Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
BUKAN perkara mudah mengendalikan sepeda di trek berbatu, menanjak atau bahkan medan curam. Tapi bagi si belia ini, semua itu terasa mudah saja. Bahkan lewat kayuhan pedal sepedanya, segudang prestasi pun bisa digenggam.
Itulah Shahnaz Gunantika Mumtaz. Gadis belia yang sangat kesengsem melakukan gowes eksktrem ketika di saat bersamaan anak-anak sebayanya lebih banyak hang out di mal. Bagi Naz, begitu dia disapa, dengan bersepeda rasanya bisa lebih berekspresi.
"Ketika bersepeda seperti ini, aku bisa lebih mengatur emosi, bisa menikmati suasana di gunung, dan yang penting, lebih menantang," ujar Naz dalam keterangannya di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Bakat gowes ini memang tak lahir tiba-tiba. DNA yang mengalir dalam darahnya begitu lekat dengan sang ayah, Cecep Gumilang yang juga goweser. Bahkan menurut Gilang, sapaan sang ayah, soal soal emosi, saat kecil Naz tergolong hiperaktif.
"Itu menurut psikiater. Dia tidak mau menatap mata orang, marahnya luar biasa dahsyat, meskipun tergolong anak cerdas. Akhirnya kami bawa ke psikiater. Alhamdulillah sekarang emosinya jauh lebih stabil dan bisa tercurahkan di trek," tutur Gilang.
Prestasi bocah belia ini memang sungguh luar biasa. Beberapa catatan prestasi yang sempat ditorehkannya adalah meraih medali emas BMX Cross di Malaysia, juara nasional BMX Cross 2017 dan 2018, serta juara Indonesia BMX League 2018.
Soal lecet dan luka, gadia yang lahir di Depok, 27 Maret 2006 ini mengaku bukan hal yang menakutkan. Sudah terbiasa dan sebentar juga akan pulih. Namanya saja gowes di trek yang tak umum, tentu peluang cedera juga sangat besar, begitu katanya.
Soal mengatur waktu antara kegiatan bersepeda dengan sekolah, Naz sempat melirik sang abi, panggilan dia kepada ayahnya. "Emmm... Apa ya, yaa sekolah hingga jam 2 sore, istirahat hingga jam 3, kemudian latihan hingga sore. Malam dan pagi mengerjakan PR. Minggu latihan pagi-sore. Yaa, repot sih tapi harus bisa," tandasnya sambil sedikit nyengir.
Naz memiliki cita-cita yang luar biasa bila ditilik dari usianya. Ia ingin membanggakan orangtua, biar sekolahnya juga gampang, dan ingin mengibarkan bendera Indonesia. "Siapa tahu nanti bisa berlomba hingga olimpiade," papar juara 3 Seri Nasional Enduro Indonesia Championships 2019, runner up Asia BMX Cross, dan runner up Malaysian International BMX Cross ini.
Naz dengan penuh keyakinan akan berkarir mengharumkan nama bangsa melalui pedal sepedanya. Semoga. (OL-8)
Jonas Vingegaard membidik satu-satunya gelar Tur Utama (Grand Tour) yang belum pernah ia menangi sepanjang kariernya.
Tim balap sepeda Indonesia harus menerima hasil di luar harapan pada ajang SEA Games 2025. Turun pada nomor men’s team pursuit, Indonesia gagal meraih medali emas.
CABANG olahraga balap sepeda kembali menjadi salah satu kontributor perolehan medali emas kontingen Indonesia pada SEA Games Thailand 2025.
Hingga saat ini, balap sepeda telah menyumbangkan tiga medali emas dan dua perak untuk kontingen Merah Putih.
KONTINGEN Indonesia kembali menambah medali emas SEA Games 2025 dari cabang menembak serta balap sepeda.
Peluang Indonesia untuk meraih medali emas pertama di SEA Games 2025 diyakini terbuka lebar dari nomor Balap Sepeda Downhill.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved