Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEGOLF muda Indonesia Kentaro Nanayama akhirnya meraih gelar bergengsi nomor individu putra dalam ATI Ciputra Golfpreneur Junior World 2019 yang digelar di PIK Course, Jakarta. Bermain di Kelas A Putra (15-18 tahun), laju pegolf berusia 16 tahun itu sangat mulus hingga hole terakhir.
Mencetak 72 pukulan, Kentaro yang merupakan juara JGTA Bogor Junior Championship Januari lalu di Bogor, Jawa Barat tetap berhasil menyabet gelar keduanya di turnamen yang di-sanction Junior Golf Tour of Asia (JGTA) dengan keunggulan selisih skor delapan pukulan.
Dia mengungguli Sean Lee dan Kieron Carl Van Wyck dari Afrika Selatan yang hanya menempati posisi kedua dengan total 214 pukulan selama tiga hari.
“Saya memang menargetkan untuk menang. Namun, saya tidak berpikir skor saya bisa sebesar ini,” kata Kentaro. “Saya cukup senang dengan kemenangan ini, khususnya menjelang keikutsertaan saya dalam summer golf event di AS nanti. Saya harap bisa membawa momentum bagus ini ke sana, dan bisa memberikan hasil yang bagus di sana.”
“Saya sedikit struggle di hari terakhir. Birdie dan bogey bergantian. Hole 15 saya sudah mulai yakin menang karena selisih pukulan saya dengan kompetitor saya cukup jauh. Jadi, saya berusaha main aman di tiga hole terakhir,” tambah Kentaro, yang membukukan enam birdie pada hari penentuan.
Baca juga: Kentaro Nanayama Gusur Jung Soo Yang dari Puncak Klasemen
Atas keberhasilannya itu, Kentaro menjadi pegolf pertama Indonesia yang menjuarai ATI Ciputra Golfpreneur Junior World 2019 sejak 2012. Indonesia terakhir kali menjuarai nomor individu putra Junior World pada 2012 yang diukir Joshua Andrew Wirawan.
Di bagian putri, Phannarai Meesom-us dari Thailand dari Kelas A berhasil mempertahankan gelar juara. Pegolf Thailand berusia 15 tahun itu tidak tergoyahkan selama tiga hari di puncak klasemen menutup putaran terakhir dengan capaian 71 pukulan.
Posisi kedua ditempati rekan senegaranya, Pimmada Wongthanavimok, yang menyodok dari posisi T7. Pimmada bermain dengan angka 70 pukulan atau secara total 221 pukulan selama tiga hari bermain. Posisi ketiga ditempati Hannah Reeves dan Megan Julia Streicher (keduanya dari Afrika Selatan) yang menorehkan total 224 pukulan.
Selain nomor individu putri, Thailand pun menyabet nomor beregu putra-putri. Tim Thailand yang beranggotakan Supakit Seelanage dan Pongsapak Laopakdee berhasil menjadi juara umum beregu putra.
Pasangan Supakit dan Pongsapak ini mengumpulkan total 435 pukulan selama tiga hari, unggul tujuh pukulan dari pasangan Indonesia, Kentaro Nanayama dan Rayhan Abdul Latief (442) yang menduduki posisi kedua. Posisi ketiga ditempati Kieron Carl Van Wyk dan Rorisang Gamalakhe Nkosi dari Afrika Selatan dengan angka 444.
Juara beregu putri pun diraih tim Thailand 1 yang diperkuat Phannarai Meesom-us dan Butpapaporn Sukterm. Pasangan Phannarai dan Butpapaporn ini mengumpulkan total skor 437. Posisi kedua diraih pasangan Pimmada Wongthanavimok dan Natachanok Tunwannarux (443), sedangkan peringkat ketiga dimenangi pasangan Malaysia, Allycia Gan Pheik Wend an Mirabel Ting Ern Hui (450). (RO/OL-7)
KOMUNITAS golf di kalangan praktisi kesehatan menunjukkan antusiasme tinggi pada awal tahun 2026. Hal ini terlihat dalam penyelenggaraan Turnamen Golf HWS GC Seri 1.
Dua juara PIIJGC tahun lalu, Kenneth Henson Sutianto (Indonesia) dan Sieun Lee (Korea Selatan) akan kembali mengikuti turnamen ini.
Tim golf putra meraih medali perak sementara tim putri memenangkan medali perunggu di SEA Games 2025.
Kemenpora menargetkan golf menyumbang dua medali emas dari SEA Games 2025.
Akademi ini juga disiapkan sebagai wadah pembinaan atlet golf muda berprestasi yang akan memperkuat Indonesia dalam berbagai turnamen.
Turnamen UOB Golf Invitational 2025
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved