Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
FEDERASI Tenis Internasional (ITF) menyatakan dukungan mereka kepada wasit asal Portugal Carlos Ramos yang oleh Serena Williams disebut pembohong dan pencuri di laga final Amerika Serikat (AS) terbuka saat petenis AS itu menyerah di tangan petenis Jepang Naomi Osaka, Minggu (9/9) WIB.
Williams, yang sedang mengejar gelar tunggal Grand Slam ke-24, diberi peringatan untuk pelanggaran mendapat bimbingan dari pelatih sebelum menimbulkan penalti karena menghancurkan raketnya. Setelah menuduh Ramos sebagai pencuri karena mencuri satu poin dari dirinya.
Juara enam kali AS Terbuka, yang akhirnya kalah dalam pertandingan 6-2 6-4 didenda US$17.000 oleh Asosiasi Tenis Amerika Serikat (USTA) atas ledakannya itu.
"Carlos Ramos adalah salah satu wasit paling berpengalaman dan dihormati dalam tenis. Keputusan Ramos sesuai dengan aturan yang relevan dan ditegaskan kembali oleh keputusan AS Terbuka untuk mengganjar Serena Williams untuk tiga pelanggaran," kata ITF dalam sebuah pernyataan, Senin (10/9).
Ramos, 47, adalah satu-satunya wasit tenis aktif yang telah memimpin final tunggal putra di keempat Grand Slam. Dia juga berada di kursi untuk final tunggal putri di tiga dari empat pertandingan--Prancis Terbuka pada 2005, Wimbledon pada 2008, dan di Flushing Meadows pada Sabtu.
Dia menerima pujian dari ITF untuk profesionalisme di salah satu final Grand Slam paling kontroversial sepanjang masa.
"Dapat dimengerti bahwa insiden profil tinggi dan disesalkan ini akan memancing perdebatan," tambah ITF.
"Pada saat yang sama, penting untuk diingat bahwa Tuan Ramos menjalankan tugasnya sebagai pejabat sesuai dengan buku peraturan yang relevan dan bertindak setiap saat dengan profesionalisme dan integritas."
Dukungan ITF untuk Ramos datang setelah Asosiasi Tenis Wanita (WTA) menyatakan kekecewaan atas penanganan pertandingan dan rencana USTA untuk meninjau kembali kebijakan komunikasinya setelah serangkaian kontroversi yang menghambat. (OL-2)
Aldila Sutjiadi akan kembali berpasangan dengan petenis tuan rumah Giuliana Olmos setelah mereka berduet di Cincinnati Masters, bulan lalu.
Dalam laga final AS Terbuka di Stadion Arthur Ashe, itu, Carlos Alcaraz menang atas Jannik Sinner lewat pertarungan empat set 6-2, 3-6, 6-1, dan 6-4.
Alcaraz kini telah mengoleksi enam gelar grand slam.
Carlos Alcaraz, menilai kehadiran Presiden Donald Trump di final tunggal putra AS Terbuka akan menjadi hal positif bagi dunia tenis.
Carlos Alcaraz tampil gemilang dengan mengalahkan Novak Djokovic untuk menuju final AS Terbuka.
Petenis peringkat satu dunia, Aryna Sabalenka, mencapai 12 semifinal dari 13 Grand Slam terakhir. Meski konsisten, hanya tiga yang berujung gelar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved