Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Wings Air Hentikan Rute Bandung-Yogyakarta, Pemkot Bandung Optimalkan Whoosh

Naviandri
03/4/2026 12:55
Wings Air Hentikan Rute Bandung-Yogyakarta, Pemkot Bandung Optimalkan Whoosh
Pesawat Wings Air.(Dok Diskominfo Kota Bandung)

MASKAPAI penerbangan Wings Air memutuskan untuk menghentikan layanan rute penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, menuju Bandara Internasional Yogyakarta (YIA). Keputusan ini diambil meski rute tersebut baru beroperasi selama dua bulan, terhitung sejak 31 Maret 2026.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyatakan keprihatinannya atas penutupan rute tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tidak dapat melakukan intervensi karena kebijakan rute merupakan ranah bisnis maskapai sepenuhnya.

"Pemkot tentu prihatin. Namun, maskapai sebagai pihak swasta memiliki perhitungan bisnis masing-masing. Memang diakui saat ini minat masyarakat terhadap penerbangan baling-baling untuk jarak dekat cenderung menurun," ujar Farhan.

Dampak Infrastruktur Darat dan Tren Penumpang

Menurut Farhan, penurunan minat ini dipicu oleh semakin pesatnya perkembangan infrastruktur transportasi darat, terutama jaringan jalan tol di Pulau Jawa. Kemudahan mobilitas antarkota melalui jalur darat membuat okupansi penerbangan rute pendek seperti ke Semarang, Solo, dan Yogyakarta terus tergerus.

Berdasarkan data Pemkot Bandung, permintaan penerbangan justru tetap tinggi untuk rute luar Pulau Jawa. Kota-kota seperti Bali, Balikpapan, Palembang, Makassar, hingga Medan masih menjadi destinasi favorit. Sementara untuk rute domestik di Pulau Jawa, hanya Surabaya yang menunjukkan konsistensi permintaan tinggi.

Kondisi ini menjadi tantangan bagi Bandara Husein Sastranegara. Untuk melayani rute jarak jauh, dibutuhkan pesawat berbadan besar (narrow body/wide body), namun operasionalnya masih terkendala regulasi dari Kementerian Perhubungan di bandara tersebut.

Catatan Ekonomi: Laju pertumbuhan ekonomi Kota Bandung saat ini berada di angka 5,29 persen. Angka ini dinilai belum pulih sepenuhnya ke level pra-pandemi, sehingga konektivitas transportasi menjadi krusial untuk percepatan pemulihan.

Strategi Kompensasi melalui Whoosh

Menyikapi dinamika di sektor penerbangan, Pemkot Bandung mulai mengalihkan fokus untuk mengoptimalkan keberadaan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Whoosh. Data statistik menunjukkan kontribusi Whoosh terhadap tingkat kunjungan ke Kota Bandung sangat signifikan.

Farhan membandingkan potensi penumpang antara bandara dan kereta cepat. "Dulu kita bisa mendatangkan 3,8 juta orang per tahun melalui Bandara Husein. Sekarang, melalui Whoosh, kita harapkan bisa mengangkut sekitar 20 ribu orang per hari. Jika dikalkulasi dalam 300 hari, potensinya mencapai 6 juta penumpang per tahun," paparnya.

Untuk mengejar target 3,6 juta penumpang setahun sebagai kompensasi hilangnya potensi sektor penerbangan, Pemkot Bandung tengah menyiapkan berbagai program joint promotion dengan PT KAI.

"Joint promotion ini beragam, mulai dari paket bundling untuk rombongan penumpang Whoosh yang akan mendapatkan fasilitas gratis tertentu di Kota Bandung, penyelenggaraan event, hingga promosi visual yang masif," pungkas Farhan. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya