Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJELANG puncak pelaksanaan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) Tahun 2026 di Pura Besakih, Pemerintah Provinsi Bali menegaskan komitmen kuat menjaga kesucian kawasan suci Pura Agung Besakih melalui kebijakan tegas pengendalian sampah, khususnya larangan total plastik sekali pakai.
Komitmen ini sudah disampaikan dalam rapat persiapan akhir di Ruang Rapat Gedung Wyata Graha, Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih, Karangasem beberapa hari lalu dalam rangka perayaan besar di terbesar di Bali ini. Rapat tersebut dihadiri oleh berbagai unsur strategis, antara lain Danrem 163/Wirasatya, perwakilan Polda Bali, perwakilan Pemkab Karangasem, sejumlah Pimpinan Perangkat Daerah lingkup Pemprov Bali, Kepala Badan Pengelola Kawasan Besakih, serta prajuru Pura Agung Besakih.
Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa seluruh aktivitas di kawasan parahyangan (ruang suci dalam areal pura) harus bebas dari sampah plastik. “Yang ke parahyangan itu semuanya non plastik. Tidak boleh ada tas kresek, botol plastik, gelas plastik. Semua harus bersih, ini soal kesucian,” tegasnya. Seluruh pemedek (umat) yang masuk akan diperiksa. Jika masih membawa plastik sekali pakai, maka tidak diperkenankan masuk sebelum diganti.
Tidak hanya itu. Prinsip “bawa masuk – bawa pulang” juga diberlakukan secara ketat. “Apa yang dibawa masuk harus dibawa pulang. Jangan buang di jalan, jangan di kawasan suci. Ini harus terus diumumkan, disampaikan, dan disebarluaskan agar seluruh masyarakat tahu,” ujar Wayan Koster.
Demi suksesnya harapan mulia untuk kesucian Pura Agung Besakih dan kebersihan alam, edukasi dan sosialisasi secara Masif serta pengawasan ketat akan terus dilakukan. Sebagai penguatan, panitia telah menyiapkan sekitar 200 spanduk himbauan kebersihan, edukasi langsung di lapangan, pengumuman berulang melalui pengeras suara, serta kampanye melalui media sosial. Selain itu, pengawasan akan diperkuat dengan penempatan petugas di titik rawan, pemantauan melalui CCTV, hingga penindakan terhadap pelanggaran.
Titik rawan yang menjadi perhatian antara lain, parkir Kedundung, kawasan pedagang Bencingah, jalur pergerakan pemedek, hingga beberapa area yang sering dimanfaatkan pemedek untuk beristirahat.
Isu lain yang menjadi perhatian serius adalah kebersihan pedagang dan keamanan pangan. Panitia bersama BPOM, Dinas Kesehatan, dan Puskesmas akan melakukan edukasi pedagang, test sampling makanan, hingga pemeriksaan rutin harian.
Sanksi tegas akan dilakukan apabila ditemukan pelanggaran. Langkah ini diambil untuk mencegah potensi kasus keracunan makanan yang dapat mencoreng pelaksanaan karya. “Kalau masih bandel, kita tutup dan blacklist. Ini menyangkut kesehatan masyarakat,” tegas Koster.
Tidak hanya pemerintah, berbagai unsur juga dilibatkan guna mendukung penyelenggaraan IBTK 2026 mulai sekolah (SD, SMP, SMA), komunitas relawan, pedagang, hingga Desa adat seputaran Besakih. Gerakan ini menjadi simbol gotong royong menjaga kesucian Besakih.
Di tengah arus ribuan pemedek yang akan hadir selama 21 hari, pesan Gubernur terasa sederhana namun kuat. “Ini bukan hanya soal acara besar, ini tentang menjaga kesucian Pura Agung Besakih, kesucian upacara yang digelar. Kalau kita disiplin, Besakih tetap suci dan bersih,” pungkas Koster. (H-2)
Sejumlah kasus kriminal yang melibatkan warga negara asing di Bali meningkat sepanjang 2026. Gubernur Wayan Koster menegaskan Bali tetap aman meski tren kejahatan menjadi sorotan.
Kegiatan yang diikuti ribuan pecalang se-Bali itu digelar untuk meningkatkan kesiapan menjaga keamanan dan ketertiban saat Nyepi Tahun Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 H.
Koster berharap kedepan hubungan baik antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Tiongkok dapat meningkatkan hubungan kerjasama antara Provinsi Bali dengan Pemerintah Tiongkok.
GUBERNUR Bali Wayan Koster akan mengalokasikan dana bantuan bagi Pecalang di seluruh desa adat di Bali. Bantuan tersebut per desa sebanyak Rp 50 juta untuk bantuan bagi Pecalang.
Gubernur Bali Wayan Koster merayakan Hari Tumpek Klurut atau Hari Tresna Asih, yang kerap disebut sebagai Hari Valentine versi Bali, dengan berbagi kepada masyarakat, Sabtu (3/1).
Pemkot Denpasar sangat menyambut baik dan mengapresiasi inisiasi LPS dalam membantu revitalisasi yang dilakukan sebagai bagian pengembangan Desa Wisata Serangan
Adapun perusahaan asuransi yang polis nasabahnya dijamin oleh LPS hanya perusahaan yang sudah dinilai sehat.
REMAJA kelas 1 SMP berinisial I Putu DY diamankan warga. Bocah berusia 14 tahun asal Pupuan, Tabanan tertangkap usai mencuri uang sesari atau uang persembahan di pura.
Pelaksanaan doa bersama yang dilakukan lebih dari 100 orang pinandita yang berasal dari seluruh Nusantara tersebut, bertujuan menjaga keselamatan dan keselarasan jagat semesta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved