Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

Gunung Semeru Erupsi 16 Kali dalam 6 Jam, Status Siaga

Andhika Prasetyo
01/4/2026 09:02
Gunung Semeru Erupsi 16 Kali dalam 6 Jam, Status Siaga
Gunung Semeru erupsi.(Antara)

Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, tercatat mengalami 16 kali gempa letusan dalam kurun waktu enam jam pada Rabu (1/4), mulai pukul 00.00 hingga 06.00 WIB. Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, menjelaskan bahwa gempa letusan tersebut memiliki amplitudo antara 10-22 mm dengan durasi 92-164 detik.

Selain itu, aktivitas kegempaan lain juga terdeteksi, yakni satu kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 25 mm dan durasi 13 detik, serta satu kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 20 mm, selisih waktu S-P lima detik, dan durasi 23 detik. Gunung Semeru juga tercatat mengalami satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 38 mm, selisih waktu S-P 15 detik, dan durasi 57 detik.

Secara visual, kondisi Gunung Semeru terlihat jelas hingga tertutup kabut, dengan cuaca cerah hingga berawan dan angin lemah bertiup ke arah barat laut. Pada Rabu pukul 05.00 WIB, terjadi erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 700 meter di atas puncak atau sekitar 4.376 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat daya. Aktivitas erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 164 detik.

Status Siaga, Warga Dilarang Dekat Kawah

Saat ini, status aktivitas Gunung Semeru berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara, khususnya sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak.

Selain itu, warga juga diminta menjauhi area dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga sejauh 17 kilometer dari puncak.

“Warga juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah karena berisiko terkena lontaran material pijar,” ujar Mukdas.

Petugas mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya lanjutan, seperti awan panas, guguran lava, dan aliran lahar. Wilayah yang perlu diwaspadai meliputi aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungai yang berpotensi menjadi jalur lahar. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya