Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Prepegan, Tradisi Kearifan Lokal Sehari Jelang Lebaran di Pantura

Supardji Rasban
20/3/2026 19:02
Prepegan, Tradisi Kearifan Lokal Sehari Jelang Lebaran di Pantura
Prepegan menjadi tradisi penting masyarakat Jawa, khususnya di Pantura, yang dilakukan H-1 hingga H-2 Lebaran.(MI/Supardji Rasban)

SEHARI menjelang Lebaran, masyarakat di kawasan Pantura, Jawa Tengah, disibukkan dengan tradisi khas yang dikenal sebagai Prepegan. Tradisi ini melibatkan berbondong-bondong ke pasar untuk membeli berbagai kebutuhan Lebaran, termasuk selongsong ketupat, yang akan digunakan untuk membuat ketupat yang disantap setelah menunaikan Salat Idul Fitri.

Di Kabupaten Brebes, salah satu pusat tradisi ini, warga terutama kaum ibu ramai mengunjungi Pasar Induk Brebes untuk melakukan Prepegan. Tidak hanya membeli selongsong ketupat yang sudah jadi, banyak pedagang dadakan juga menawarkan jasa pembuatan selongsong ketupat di tempat.

Budayawan Pantura, Atmo Tan Sidik, menjelaskan bahwa tradisi Prepegan berfungsi sebagai pengecekan ulang kebutuhan yang belum tersedia di rumah sebelum Lebaran. “Prepegan ada dua, yakni Prebegan Cilik pada H-2 dan Prebegan Gede pada H-1 jelang Lebaran,” jelas Atmo di kediamannya di Marpangat, Kota Tegal, Jumat (20/3/2026).

Menurut Atmo, selongsong ketupat nantinya akan diisi beras dan direbus menjadi ketupat atau lepet. Hidangan ini disantap setelah Salat Idul Fitri sebagai simbol permintaan maaf dan pengakuan kesalahan. “Makan ketupat atau lepet memiliki makna simbolik, yakni mengakui kesalahan dan meminta maaf,” tambahnya.

Tradisi menyantap ketupat pada Lebaran sudah ada sejak zaman Sunan Kalijaga pada abad ke-15. Saat ini, tradisi serupa juga dijumpai di negara lain, seperti Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, dan Thailand Selatan.

Yayah, 59, seorang warga Kelurahan Pasarbatang, Brebes, mengaku senang menyambut Lebaran 2026 karena keluarga dari luar daerah dapat berkumpul. “Yang makan ketupat biasanya keluarga yang ada di rumah,” ujarnya.

Diketahui, Prepegan menjadi tradisi penting masyarakat Jawa, khususnya di Pantura, yang dilakukan H-1 hingga H-2 Lebaran. Pasar tradisional menjadi sangat ramai, muncul pedagang musiman, dan pembelian bahan makanan segar, janur ketupat, hingga pakaian meningkat drastis. Tradisi ini mencerminkan kearifan lokal dan kekompakan masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. (JI/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik