Headline
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kumpulan Berita DPR RI
PUNCAK peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tingkat Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Tahun 2026, digelar di Pantai Jodo, Desa Sidorejo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Selasa (24/2/2026. Gelaran tersebut didukung penuh PT Bhimasena Power Indonesia (BPI), selaku pemilik PLTU Batang.
Acara tidak hanya acara seremonial, tapi juga dibarengi dengan aksi bersih sampah serentak di 35 kabupaten/kota di seluruh Jateng, sebagai langkah nyata transformasi pengelolaan sampah sekaligus memperkuat sinergi pengelolaan sampah berkelanjutan.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan bahwa penanganan sampah memerlukan rencana aksi yang nyata di tingkat daerah, bukan sekadar komitmen di atas kertas. Dari total produksi sampah di Jateng yang mencapai 6,36 juta ton per tahun, baru sekitar 60% yang tertangani secara optimal.
"Acara ini bukan sekadar seremonial, melainkan harus menjadi gerakan edukasi agar sampah menjadi persoalan yang kita selesaikan bersama-sama sebagai budaya," ujar Ahmad Luthfi, sembari menambahkan ada penanaman dua juta pohon mangrove di pesisir Jateng untuk menanggulangi dampak rob sepanjang 920 kilometer garis pantai.
Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, menyampaikan pihaknya akan memasifkan program kebersihan hingga ke tingkat kecamatan dan desa. Saat ini, Kabupaten Batang menghasilkan sekitar 428 ton sampah per hari. Sebagai solusi jangka panjang, Pemkab Batang tengah menyiapkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sentul.
"TPST Sentul diproyeksikan memiliki kapasitas 100 hingga 120 ton per hari dan akan mulai dibangun pada Agustus mendatang dengan target selesai pada 2027. Melalui pembangunan TPST, optimalisasi TPS3R, serta kerja sama antar wilayah di Pekalongan Raya, kami optimistis dapat menyelesaikan sekitar 80 hingga 85% persoalan sampah di Kabupaten Batang," terang Faiz.
BANTUAN SARANA KEBERSIHAN
Faiz menuturkan sebagai bentuk komitmen, General Manager Stakeholder Relation PT Bhimasena Power Indonesia, menyerahkan bantuan sarana kebersihan berupa 16 unit tempat sampah terpilah organik dan anorganik. Selain itu juga 250 bibit cemara laut yang akan ditanam di kawasan pesisir sebagai upaya menahan abrasi dan melindungi garis pantai.
"Kami juga menghadirkan pameran produk inovatif program CSR hasil kreasi warga penerima manfaat bank sampah dari Forum Komunikasi Bank Sampah Desa (FKBSD) Kecamatan Tulis," jelas Faiz.
Menurut Faiz pihaknya juga berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam mencapai target pengelolaan sampah. Pengelolaan lingkungan bukan sekadar memenuhi regulasi, tetapi juga tanggung jawab sosial perusahaan demi masa depan Jateng yang berkelanjutan.
"Kolaborasi khususnya dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jateng terus dilakukan melalui berbagai program. yakni seperti penanaman mangrove dan cemara laut di kawasan pesisir, penanaman pohon di daerah aliran sungai serta pemberdayaan masyarakat melalui program bank sampah yang dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat." papar Faiz.
Faiz menambahkan sejak beroperasi, BPI juga telah menerapkan sistem pengelolaan sampah terpilah di area operasional PLTU Batang. Pengelolaan tersebut mencakup fasilitas pengomposan untuk sampah organik, penyaluran sampah bernilai ekonomi ke bank sampah binaan, serta kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang dalam penanganan sampah residu.
"Selain pengelolaan sampah, BPI juga menjalankan program penghijauan melalui penanaman pohon di dalam maupun di luar area operasional pembangkit," pungkas Faiz. (E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved