Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Peringati HPSN 2026, Kolaborasi Daur Ulang PET Diperkuat di Ibu Kota Nusantara

Ihfa Firdausya
07/2/2026 02:57
Peringati HPSN 2026, Kolaborasi Daur Ulang PET Diperkuat di Ibu Kota Nusantara
Dalam rangka HPSN 2026, Mayora Grup juga menyerahkan dua unit mesin Reverse Vending Machine (RVM) untuk botol plastik PET pascakonsumsi, serta beberapa unit tempat sampah terpilah.(Dok. Mayora Grup)

HAMPIR lima dekade hadir di tengah masyarakat Indonesia, industri makanan dan minuman nasional dihadapkan pada tantangan yang kian kompleks, salah satunya terkait pengelolaan sampah pascakonsumsi. Di tengah meningkatnya kesadaran akan keberlanjutan lingkungan, peran dunia usaha dalam membangun sistem ekonomi sirkular menjadi semakin krusial, terutama di kawasan strategis seperti Ibu Kota Nusantara (IKN).

Momentum tersebut mengemuka dalam rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 yang digelar di IKN. Mengusung tema Kolaborasi untuk Indonesia Bersih, Mayora Grup memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan melalui sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.

Sebagai perusahaan pengolahan makanan dan minuman asli Indonesia yang telah berdiri sejak 1977, Mayora Grup menegaskan bahwa komitmen keberlanjutan menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi bisnis perusahaan. 

Salah satu wujud nyatanya adalah pelaksanaan Gerakan Ekonomi Sirkular Nasional (GESN), sebuah inisiatif terintegrasi dari hulu ke hilir yang telah dijalankan sejak 2021 dengan fokus pada pengumpulan dan daur ulang botol plastik Polyethylene Terephthalate (PET) pascakonsumsi.

Sustainability Director Mayora Grup, Tunky Natanael, menyampaikan bahwa partisipasi perusahaan dalam peringatan HPSN 2026 merupakan kelanjutan dari komitmen jangka panjang tersebut. 

"Mayora Grup sebagai produk asli anak bangsa berkomitmen tidak hanya menghadirkan produk berkualitas, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan. Bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional, kami bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk berkolaborasi mewujudkan Indonesia bersih melalui Gerakan Ekonomi Sirkular Nasional yang telah kami lakukan secara konsisten," ujarnya di lokasi acara, Kamis (5/2).

Ia menambahkan, keterlibatan Mayora Grup dalam rangkaian kegiatan HPSN di IKN juga menjadi bentuk apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada perusahaan untuk berkontribusi di kawasan yang diproyeksikan sebagai kota masa depan Indonesia.

"Kami mengapresiasi kepercayaan tersebut sehingga Mayora Grup dapat menjadi bagian dari IKN sebagai kota masa depan yang mengedepankan prinsip-prinsip sirkularitas, khususnya dalam pengelolaan dan daur ulang sampah secara terintegrasi," tambah Tunky.

Selama lebih dari lima tahun berjalan, GESN telah berhasil mengumpulkan lebih dari 50.000 ton botol plastik PET pascakonsumsi dengan melibatkan puluhan mitra formal dan informal di berbagai wilayah Indonesia. Capaian ini mencerminkan kontribusi nyata sektor swasta dalam mendukung pengurangan sampah plastik dan penguatan ekosistem ekonomi sirkular nasional.

Dalam rangka HPSN 2026, Mayora Grup juga menyerahkan dua unit mesin Reverse Vending Machine (RVM) untuk botol plastik PET pascakonsumsi, serta beberapa unit tempat sampah terpilah. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung upaya menjaga kebersihan IKN sebagai pusat pemerintahan baru sekaligus simbol pembangunan nasional yang modern, inklusif, dan berkelanjutan.

"Melalui kolaborasi ini, kami menyerahkan dua unit mesin Reverse Vending Machine dari Plastic Pay, mitra daur ulang GESN, serta beberapa unit tempat sampah terpilah untuk mendukung pengelolaan sampah, khususnya di Ibu Kota Nusantara," kata Tunky.

Mayora Grup juga menyampaikan apresiasi kepada Plastic Pay atas perannya sebagai mitra dalam meningkatkan pengumpulan dan daur ulang plastik pascakonsumsi. Melalui ekosistem yang telah terbangun, sampah botol plastik PET yang terkumpul selanjutnya diolah di fasilitas daur ulang plastik PET berbasis food grade milik Mayora Grup, yakni PT Bumi Indus Padma Jaya.

Di fasilitas tersebut, botol plastik PET pascakonsumsi diolah menjadi Recycled Polyethylene Terephthalate (rPET) yang kemudian dapat dimanfaatkan kembali menjadi berbagai produk bernilai tambah, mulai dari botol air minum dalam kemasan, hingga produk tekstil seperti pakaian, jaket, dan sepatu.

Melalui kolaborasi lintas pihak ini, Mayora Grup berharap dapat terus memperkuat ekosistem pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular di Indonesia.

"Harapannya, sinergi dan kolaborasi yang telah terbangun ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi kolaborasi lainnya di masa depan. Kami juga mengajak masyarakat Indonesia untuk selalu memilah, mengumpulkan, dan menyalurkan botol PET agar bisa #JadiBaruLagi," tutup Tunky. (E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Mirza
Berita Lainnya