Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Koordinasi Persiapan Mudik Lebaran Lebih Dini

Ardi Teresti
20/2/2026 23:19
Koordinasi Persiapan Mudik Lebaran Lebih Dini
Ilustrasi(Antara)

KORDINASI persiapan angkutan mudik lebaran dilakukan lebih dini. Harapannya, mudik lebaran bisa berlangsung lebih lancar dari tahun-tahun sebelumnya.

Menteri Perhubungan (Menhub) RI Dudy Purwagandhi menegaskan, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran. Oleh sebab itu, koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan sangat penting dilakukan sejak dini guna memastikan pelayanan transportasi berjalan optimal.

“Koordinasi ini kami lakukan agar pelayanan kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dapat berjalan dengan baik," terang dia di Gedhong Pareanom, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (19/2). 

Harapannya, penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih lancar dibandingkan tahun sebelumnya

DIY juga harus bersiap karena merupakan daerah tujuan maupun lintasan mudik. Dengan persiapan yang matang, penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026 diharapkan dapat berlangsung lebih lancar dibandingkan tahun sebelumnya.

Kebijakan WFA

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti menyampaikan, Pemda DIY terus menyiapkan langkah-langkah antisipatif menghadapi lonjakan jumlah pemudik. 

Pemerintah pusat juga mendorong kebijakan Work From Anywhere (WFA) sebagai upaya mengurai kepadatan mobilitas menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Namun, tantangan tetap ada karena sebagian besar pemudik masih menggunakan kendaraan (mobil) pribadi dan sepeda motor. Oleh karena itu, kesiapan infrastruktur, pengaturan lalu lintas, serta penyampaian informasi kepada masyarakat menjadi perhatian utama,” jelas Ni Made dalam siaran pers dari Humas Pemda DIY.

Untuk mendukung kenyamanan pemudik, Pemda DIY akan mengoptimalkan pemanfaatan masjid-masjid di sepanjang jalur mudik sebagai rest area. Selain itu, penguatan sistem penunjuk arah (signage) di titik-titik krusial juga dilakukan guna meminimalkan potensi kemacetan.

“Pengalaman penanganan arus Natal dan Tahun Baru lalu yang relatif kondusif menjadi modal penting bagi kami dalam menyiapkan arus mudik Lebaran 2026,” imbuhnya.

Ni Made juga mengatakan sejumlah usulan strategis kepada Kemenhub, antara lain pengembangan layanan kereta api bandara hingga Stasiun Maguwo, pengadaan bus sekolah, serta pengaturan zona naik-turun penumpang agar pemanfaatan armada transportasi lebih efisien. Usulan tersebut mendapat respons positif dari Menteri Perhubungan.

Sistem Satu Arah

Kepala Dinas Perhubungan DIY Chrestina Erni Widyastuti menjelaskan, tol fungsional Prambanan–Purwomartani pada Lebaran 2026 akan diberlakukan satu arah khusus untuk arus keluar dari DIY. Kebijakan ini diambil karena infrastruktur pendukung, terutama fasilitas putar balik, belum sepenuhnya siap melayani arus masuk.

“Pengaturan ini berbeda dengan masa libur Natal dan Tahun Baru. Tol fungsional hanya digunakan untuk arus keluar agar lalu lintas tetap lancar,” terang Erni.

Erni menambahkan, Kemenhub memproyeksikan jumlah pemudik Lebaran 2026 secara nasional menurun menjadi sekitar 143 juta orang dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, Pemda DIY tetap menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas, termasuk optimalisasi jalur alternatif serta penyebaran informasi secara masif kepada masyarakat.

“Dengan langkah-langkah tersebut, kami berharap masyarakat dapat merencanakan perjalanan mudik dengan lebih baik dan menikmati perjalanan Lebaran yang aman serta nyaman,” pungkasnya. (AT/E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya