Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Capai 5,95%, Pertumbuhan Ekonomi DIY Triwulan IV-2025 Tertinggi di Pulau Jawa

Agus Utantoro
05/2/2026 21:30
Capai 5,95%, Pertumbuhan Ekonomi DIY Triwulan IV-2025 Tertinggi di Pulau Jawa
Pengunjung berbelanja di Teras Malioboro, Daerah Istimewa Yogyakarta.(MI/Ramdani)

PEREKONOMIAN Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada triwulan IV-2025, yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku, tercatat sebesar Rp53,82 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan mencapai Rp33,84 triliun. 

Secara tahunan, ekonomi DIY tumbuh sebesar 5,94% (year-on-year/yoy) dibandingkan triwulan IV-2024. Sepanjang tahun 2025, ekonomi DIY mencatatkan pertumbuhan kumulatif sebesar 5,49% (c-to-c). 

Sementara itu, secara kuartalan (q-to-q), ekonomi DIY pada triwulan IV-2025 tumbuh sebesar 3,45% dibandingkan triwulan III-2025. 

Plt. Kepala Badan Pusat Statistik DIY  Endang Tri Wahyuningsih, hari Kamis menjelaskan pertumbuhan ekonomi secara tahunan (yoy) didorong oleh kinerja positif hampir seluruh lapangan usaha. 

Dari sisi produksi, ujarnya lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi adalah Jasa Lainnya (9,70%), Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial (9,62%), serta Konstruksi (7,99%). Dikatakan, lapangan usaha konstruksi menjadi sumber pertumbuhan terbesar dengan kontribusi sebesar 0,90% terhadap total pertumbuhan PDRB. 

Selain itu, Industri Pengolahan (5,82%), Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (7,15%), Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (4,28%), serta Informasi dan Komunikasi (5,68%) turut menopang pertumbuhan ekonomi DIY. 

Dari sisi pengeluaran, lanjutnya, pertumbuhan ekonomi triwulan IV-2025 (yoy) terutama didorong oleh Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh sebesar 9,36% dan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi dengan kontribusi 2,67%. 

Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PKRT) tumbuh sebesar 4,89%, sementara ekspor dan impor masing-masing mengalami kontraksi sebesar 3,76% dan 4,23%. Secara kuartalan (q-to-q), pertumbuhan ekonomi sebesar 3,45% tercermin dari peningkatan nilai PDRB atas dasar harga konstan dari Rp32,71 triliun pada triwulan III-2025 menjadi Rp33,84 triliun pada triwulan IV-2025. 

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi q-to-q terutama didorong oleh Pengeluaran Konsumsi Pemerintah yang tumbuh 33,78 persen, diikuti PK-LNPRT (6,78%), PKRT (3,53%), dan PMTB (2,76%). Sementara itu, ekspor barang dan  jasa mengalami kontraksi sebesar 2,90%. 

"Struktur perekonomian DIY pada triwulan IV-2025 masih didominasi oleh Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga dengan kontribusi sebesar 61,67%, diikuti oleh PMTB sebesar 37,44%," ujarnya. 

Dari sisi lapangan usaha, imbuhnya lagi sektor utama yaitu Industri Pengolahan; Konstruksi; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum; serta Informasi dan Komunikasi mampu memberikan kontribusi hingga lebih dari separuh perekonomian Daerah Istimewa Yogyakarta atau sebesar 52,12%. 

Meskipun kontribusi PDRB Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta terhadap perekonomian Pulau Jawa relatif kecil, yaitu sebesar 1,55%, pertumbuhan ekonomi DIY pada triwulan IV-2025 tercatat tertinggi di Pulau Jawa, baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu, maupun secara kumulatif sepanjang tahun 2025. (AU/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik