Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Korban Tanah Bergerak Tegal Dipastikan Dapat Rumah Gratis

Haryanto Mega
05/2/2026 06:32
Korban Tanah Bergerak Tegal Dipastikan Dapat Rumah Gratis
Gubernur Jawa Tengah Achmad Luthfi mengunjungi korban tanah bergerak di Tegal.(MI/Haryanto Mega)

WARGA korban terdampak bencana tanah gerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal,ditinjau Gubernur Jawa Tengah Achmad Luthfi Rabu (4/2). Di tengah hujan deras, ia memastikan warga tidak hanya selamat, tetapi juga mendapatkan masa depan yang lebih layak melalui program relokasi menyeluruh.

Di lokasi pengungsian, Ahmad Luthfi mendengar langsung keluhan warga yang rumahnya rusak akibat pergerakan tanah. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan warga kembali ke zona rawan bencana. “Nanti dipindah ya, jangan di sini lagi. Pokoknya semua sudah disiapkan. Gratis. Yang gagal panen juga akan didata dan dibantu,” kata Ahmad Luthfi saat berbincang dengan warga.

Pernyataan tersebut disambut antusias. Sejumlah warga menanyakan apakah relokasi hanya berlaku bagi rumah rusak berat. Menanggapi hal itu, gubernur menegaskan bahwa seluruh warga terdampak akan didata secara menyeluruh agar bantuan tepat sasaran.

Afifah, warga RT 2 Desa Padasari, mengaku lega dengan kepastian tersebut. “Terima kasih Pak Gubernur. Alhamdulillah kalau ada tempat sementara,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Khunainah. Meski rumahnya masih berdiri, bagian dalam bangunan telah rusak parah dan tidak layak huni. “Terima kasih, Pak Gubernur,” ucapnya singkat.

Perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok rentan. Ahmad Luthfi berdialog dengan Warningsih, warga yang tengah hamil delapan bulan. Rumah kayu miliknya kini miring akibat pergerakan tanah, sehingga ia memilih mengungsi.

“Yang hamil harus dipastikan aman dan terpantau. Jangan sampai kelelahan, kalau perlu segera dirujuk,” tegasnya kepada petugas kesehatan.

Gubernur juga menyapa para lansia di pengungsian Majelis Az Zikir wa Rotibain, termasuk Mbah Karsih (80) dan Mbah Rupi’ah (70). “Saya titip yang sepuh-sepuh ini. Jangan sampai kekurangan makan atau obat,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam rapat percepatan penanganan bencana, Ahmad Luthfi menegaskan bahwa relokasi bukan sekadar memindahkan tempat tinggal, tetapi juga menjamin keberlanjutan kehidupan sosial dan ekonomi warga. “Hadirnya negara adalah memberi kepastian agar masyarakat di hunian tetap bisa eksis dan mandiri,” katanya.

Bencana tanah gerak di Desa Padasari terjadi pada Senin (2/2) setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut. Hingga kini pergerakan tanah masih berlangsung. Sekitar 250 rumah terdampak dan lebih dari 1.000 jiwa mengungsi di sejumlah titik.

Pemerintah daerah telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari dan mengaktifkan Posko Komando. Layanan yang disiapkan meliputi dapur umum dengan kapasitas sekitar 1.050 porsi per waktu makan, layanan kesehatan, serta distribusi logistik satu pintu.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyalurkan bantuan penanganan darurat senilai total Rp 338,04 juta, terdiri dari logistik makanan dan nonmakanan, bantuan sosial, beras, obat-obatan, serta perlengkapan sekolah. Selain itu, bantuan Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp120 juta disiapkan untuk mendukung kebutuhan mendesak warga terdampak. (E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik