Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat (Jabar) telah menyiapkan suntik anti tetanus bagi relawan yang melakukan evakuasi korban tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Kepala Dinkes Jabar, R, Vini Adiani Dewi kemarin menyatakan, pemberian anti tetanus diperlukan untuk menjaga kondisi kesehatan para relawan jika terkena benda tajam saat melakukan evakuasi korban.
“Kami menyiapkan anti tetanus ini dengan banyak. Jadi jangan khawatir bagi relawan yang akan disuntik anti tetanus kita siap,” ungkapnya.
Menurut Vini, selain menyiapkan suntik anti tetatus, Dinkes Jabar juga telah mengirimkan tim kesehatan serta menyiapkan Fasilitas Kesehatan Tingkat Rujukan Lanjut (FKTRL) untuk rujukan kasus gawat darurat. Untuk Rumah sakit rujukan yang disiapkan adalah RSUD Welas Asih, RSUD Cibabat, RSUD Lembang, RS Dustirai.
"Bersama Kementerian Kesehatan dan Dinkes KBB, kami juga mendampingi kluster kesehatan dengan mengaktifkan HEOC (Health Emergency Operation Center). Kami juga monev pelaksanaan posko kesehatan hingga melakukan penyuluhan kepada pengungsi terkait kesehatan saat masa bencana ini,” terangnya.
Vini menambahkan, untuk membantu jajaran kepolisian dalam melakukan identifikasi jenazah, Dinkes Jabar bersama Dinkes KBB juga menyiapkan perlengkapan DVI (Disaster Victim Identification), peti mati dan freezer jenazah. “Kami berharap, apa yang kami lakukan dapat membantu, memperlancar dan mempercepat proses penanggulangan bencana,” tuturnya.
Sementara itu, upaya tim SAR gabungan dalam mencari korban longsor semakin membuahkan hasil. Hingga Rabu (28/1), pukul 16.00 WIB, total korban meninggal dunia yang berhasil dievakuasi sebanyak 53 kantong jenazah. Sementara itu, korban yang masih dalam pencarian sebanyak 27 jiwa.
Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian mengatakan, kantong jenazah telah diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar untuk diidentifikasi. Adapun, jumlah korban yang sudah berhasil diidentifikasi hingga Selasa (27/1) pukul 18.00 sebanyak 37 jiwa.
"Operasi SAR akan terus dilakukan dengan beberapa prinsip, yakni keselamatan personil sebagai prioritas utama, pengendalian risiko bencana susulan, akurasi dan transparansi data korban serta sinergi seluruh unsur yang terlibat," ungkapnya. (h-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved