Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Dilanda Banjir Bandang, Kawasan Wisata Guci Tegal Dikunjungi 800 Ribu Wisatawan per Tahun

Media Indonesia
25/1/2026 21:00
Dilanda Banjir Bandang, Kawasan Wisata Guci Tegal Dikunjungi 800 Ribu Wisatawan per Tahun
Petugas dibantu warga membersihkan tempat pemandian air panas pancuran 13 di Obyek Wisata Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (25/2/2023).(Antara)

BANJIR bandang melanda obyek wisata Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, pada Sabtu (24/1). Padahal, obyek wisata tarik pemandian air panas itu sedang menunjukkan tren pemulihan yang signifikan pascapandemi dengan angka kunjungan rata-rata stabil di kisaran 800.000 hingga 1 juta pengunjung per tahun. Meski demikian, tren positif ini menghadapi tantangan berat di awal tahun 2026 akibat cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi yang melanda kawasan lereng Gunung Slamet.

Berdasarkan data himpunan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Tegal serta Badan Pusat Statistik (BPS), realisasi kunjungan wisatawan ke Guci terus merangkak naik mendekati angka kejayaan tahun 2019.

Statistik Pengunjung Wisata Guci (5 Tahun Terakhir)

Berikut adalah tren data kunjungan wisatawan ke DTW Guci berdasarkan laporan retribusi dan pencatatan tiket masuk:

Tahun Jumlah Pengunjung (Jiwa) Keterangan
2019 948.138 Pra-Pandemi (Angka Tertinggi)
2020 372.756 Dampak Pandemi Covid-19
2022 724.358 Masa Pemulihan
2024 ~830.768 Realisasi Stabil (Data BPS)
2025 (Estimasi) ~850.000+ Target PAD Terlampaui

Kepala UPTD Pengelolaan Objek Wisata Kabupaten Tegal menyatakan bahwa meskipun angka 1 juta pengunjung belum kembali tertembus secara konsisten seperti era sebelum 2019, diversifikasi wahana seperti Guci Forest, Golden Park, dan Baron Hill telah berhasil menjaga minat wisatawan, terutama dari segmen keluarga dan milenial.

Tantangan Awal 2026: Banjir Bandang dan Penurunan Trafik

UPDATE TERKINI (Januari 2026):
Tren kunjungan awal tahun 2026 mengalami koreksi tajam. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak akhir Desember 2025 hingga Januari 2026 menyebabkan banjir bandang di aliran Sungai Gung. Kerusakan infrastruktur mencakup putusnya Jembatan Jedor dan kerusakan akses menuju Pancuran 13.

Dampak dari cuaca ekstrem ini terlihat pada data libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Disporapar Jawa Tengah mencatat penurunan kunjungan ke Guci sebesar 27,45% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Jika pada Nataru 2024/2025 tercatat sekitar 42.000 pengunjung, pada musim libur kali ini angka tersebut menyusut menjadi sekitar 30.000 pengunjung.

Kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD)

Meskipun menghadapi kendala cuaca, sektor pariwisata Guci tetap menjadi penyumbang utama PAD Kabupaten Tegal. Pada penutupan tahun anggaran 2025, DTW Guci sukses menyetorkan pendapatan retribusi sekitar Rp10 Miliar, melampaui target yang ditetapkan pemerintah daerah.

Pemerintah Kabupaten Tegal kini fokus pada perbaikan infrastruktur darurat untuk memastikan keamanan wisatawan, mengingat Guci tetap menjadi destinasi andalan Jawa Tengah dengan tiket masuk yang terjangkau (rata-rata Rp15.000 - Rp20.000 untuk retribusi dasar, belum termasuk wahana swasta). (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya