Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menilai program energi baru dan terbarukan (EBT) di Kangean mendorong pengembangan ekonomi masyarakat kepulauan. Ini memperluas cakupan penggunaan listrik.
"Ada 13 titik yang menjadi sasaran program yang kami lakukan sejak 2018," kata Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/1). Kabupaten Sumenep merupakan salah satu daerah dengan kondisi geografis unik, karena memiliki 126 pulau dengan 48 di antaranya merupakan pulau berpenghuni.
Pengembangan energi untuk memperluas cakupan penggunaan listrik merupakan hal pokok yang dibutuhkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari ini. Karena itu, pemkab bekerja sama dengan PLN berupaya memperluas aliran listrik melalui program pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT).
Adapun 13 titik yang dimaksud oleh Fauzi berada di Pulau Kangean meliputi Pagerungan Kecil, Tonduk, Paleyat, Saobi, Sabunten, Goa-Goa, Sakala, dan Masa Kambing. Selain itu Pulau Karamian, Saebus, Sadulang Besar, Sapangkur Besar, dan Saular.
Menurut Fauzi, selain listrik, hal lain yang perlu diperhatikan pemerintah yaitu keberadaan kapal cepat untuk layanan kesehatan. Demikian juga program pemberdayaan nelayan di Kepulauan Kangean.
Untuk program ini, Pemkab Sumenep menggandeng pihak swasta seperti Kangean Energy Indonesia (KEI). Program-program ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas nelayan.
Meskipun begitu, pelaksanaannya juga menghadapi tantangan, termasuk konflik terkait aktivitas industri di perairan setempat. "Namun, berkat upaya pendekatan yang ulet, konflik antara nelayan dengan perusahaan migas bisa diatasi," katanya. (Ant/I-2)
PANAS bumi bisa menjadi motor penggerak utama dalam pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved