Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Hijaukan Kembali Lereng Gunung Slamet, Pemkab Tegal Tanam 1.000 Bibit

Supardji Rasban
14/1/2026 22:49
Hijaukan Kembali Lereng Gunung Slamet, Pemkab Tegal Tanam 1.000 Bibit
apel bersama sebelum melakukan penanaman 1.000 bibit pohon.( MI/Supardji Rasban)

PEMERINTAH Daerah Kabupaten (Pemkab) Tegal, Jawa Tengah bersama TNI/POLRI dan ratusan relawan dari berbagai elemen masyarakat berkumpul di lereng Gunung Slamet, tepatnya di lingkungan obyek wisata (Ow) Guci melakukan penanaman 1.000 bibit pohon, pada Rabu (14/1).

Diketahui, dari data hutan lindung yang sudah rusak mencapai 50 Ha. Dimana Kecamatan Penyangga Bojong dan Bumijawa  terdampak lebih parah jika terjadi bencana tanah longsor dan banjir bandang. Kegiatan penanaman 1000 pohon sendiri di fokuskan di kawasan MUT dan Rimpak.

Kegiatan bertajuk "Ayo Tanami Pohon Kembali " ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara Pemerintah Daerah, TNI/Polri, pecinta alam, Organisasi Kepemudaan, mahasiswa, Penggiat Ow Guci hingga masyarakat lokal dalam upaya memulihkan ekosistem hutan yang mulai kritis di wilayah hulu.

Tercatat sebanyak 1.500 peserta sudah berkumpul dengan membawa peralatan dan bibit pohon siap tanam. Jenis pohon yang dipilih pun tidak sembarangan, melainkan pohon-pohon yang memiliki daya serap air tinggi dan akar yang kuat.

"Ini bukan sekadar seremonial. Kita menanam masa depan. Gunung Slamet adalah atap Jawa Tengah sekaligus penyedia air bagi jutaan orang di sekitarnya," ujar koordinator penanaman 1.000 bibit pohon, Ali Burhan.

Aksi reboisasi ini difokuskan pada area-area yang mengalami degradasi lahan akibat pembukaan lahan ilegal maupun faktor alam. Penanaman 1.000 bibit pohon ini bertujuan  mencegah erosi agar akar pohon bisa memperkuat struktur tanah di kemiringan ekstrem. 

Sekaligus untuk menjaga debit air dimana hutan yang lebat akan memastikan serapan air tanah tetap stabil bagi warga di kaki gunung. Termasuk, mitigasi bencana dimana dengan penanaman pohon  bisa mengurangi risiko tanah longsor dan banjir bandang di wilayah hilir.

Berbeda dengan aksi tanam pohon biasanya, panitia menekankan pentingnya perawatan. Masyarakat lokal dan para pecinta alam telah berkomitmen untuk memantau pertumbuhan bibit-bibit tersebut secara berkala.

"Kami mewakili komunitas pecinta alam meminta pihak berwenang untuk memastikan hutan lindung ditutup dari aktivitas pertanian. Kami jugs mengimbau aparat yang berwenang bisa nenegakkan aturan dan sanksi terhadap pihak yang melanggar, karena sejatinya menanam itu mudah, yang sulit adalah memastikan pohon itu hidup sampai besar. Kami akan pastikan 1.000 pohon ini tidak sia-sia," tambah Kamal Fuadi  salah satu relawan dari komunitas pecinta alam Reksa Bumi.

Ucapan terima kasih juga disampaikan oleh Camat Bojong Mochamad Dhomiri kepada seluruh elemen yang terlibat dalam kegiatan penanaman pohon.

"Lewat gerakan ini menjadi tonggak kesadaran masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan dan menjaga keseimbangan ekosistem sebagaimana termuat dalam visi-misi Bupati "Maju dan Tangguh," ujar Dhomiri. (H-4)


 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya