Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
GUNUNG Slamet bukan sekadar destinasi pendakian; ia adalah laboratorium alam yang aktif. Sebagai gunung berapi kerucut tipe A, Slamet memiliki sejarah panjang aktivitas vulkanik yang tercatat sejak tahun 1772.
Karakteristik utamanya adalah "gunung tunggal" (isolated mountain), yang berarti tidak ada puncak tinggi lain di sekitarnya yang mampu menyaingi kemegahannya.
Berdasarkan data terbaru dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), status Gunung Slamet saat ini berada pada Level II (Waspada). Sepanjang awal Januari 2026, terekam peningkatan fluktuatif pada gempa embusan dan gempa frekuensi rendah yang mengindikasikan adanya pergerakan fluida magmatik di bawah permukaan. Masyarakat dan pendaki dilarang keras beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif demi menghindari risiko gas beracun dan lontaran material pijar jika terjadi erupsi freatik tiba-tiba.
Meski memiliki banyak "jalur tikus", hanya ada beberapa jalur resmi yang direkomendasikan karena ketersediaan fasilitas basecamp dan tim evakuasi:
Catatan Keselamatan: Pada awal Januari 2026, operasi SAR besar dilakukan di jalur Dipajaya untuk mencari pendaki yang hilang. Hal ini menjadi pengingat pentingnya manajemen navigasi dan penggunaan GPS saat mendaki Slamet.
Mitos mengenai Gunung Slamet yang akan membelah Pulau Jawa berasal dari Ramalan Jayabaya (Raja Kediri abad ke-12). Secara geografis, Slamet memang berada hampir di titik tengah antara Pantai Utara dan Pantai Selatan Jawa. Mitos ini menyebutkan jika Slamet meletus dahsyat, retakan besar akan menghubungkan kedua laut tersebut.
Namun, secara geologis, para ahli menyatakan kemungkinan ini sangat kecil. Meskipun Slamet adalah gunung besar, strukturnya tidak cukup untuk memicu pemisahan daratan dalam skala pulau. Sebagai perbandingan, letusan Gunung Toba yang ribuan kali lebih dahsyat pun tidak membelah Pulau Sumatera. Fenomena "terbelah" lebih mungkin terjadi dalam skala waktu jutaan tahun akibat pergerakan lempeng tektonik, bukan oleh satu letusan gunung berapi tunggal.
Mendaki Slamet berarti siap menghadapi kelembapan tinggi dan suhu yang bisa mencapai 5-10 derajat Celcius di puncak. Berikut checklist wajib:
Tidak ada letusan besar saat ini, namun statusnya Waspada (Level II). Terdapat peningkatan gempa embusan, sehingga pendaki dilarang mendekati kawah.
Rata-rata biaya simaksi di berbagai basecamp berkisar antara Rp25.000 hingga Rp35.000 per orang, belum termasuk biaya parkir dan asuransi.
Puncak tertingginya dikenal dengan nama Puncak Surono, diambil dari nama seorang pendaki yang meninggal di sana untuk menghormati dedikasinya.
Gunung Slamet tetap menjadi primadona pendakian di Indonesia berkat kombinasi tantangan medan dan kekayaan legendanya. Dengan status Waspada yang masih bertahan di tahun 2026, kesiapan fisik, mental, dan kepatuhan terhadap rekomendasi PVMBG adalah harga mati bagi setiap pendaki yang ingin pulang dengan selamat. (Z-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved