Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pekerjaan Umum akan mempercepat pembangunan bendungan Riam Kiwa, Kabupaten Banjar sebagai salah satu solusi strategis mengatasi bencana banjir tahunan di Provinsi Kalimantan Selatan.
Hal ini dikemukakan Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo saat meninjau langsung kondisi banjir di Desa Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kamis (9/1). Kunjungan tersebut merupakan upaya pemerintah pusat menunjukkan keseriusannya dalam menangani persoalan banjir yang kerap melanda Kalimantan Selatan.
Dody menjelaskan bahwa banjir di Kabupaten Banjar yang sudah berlangsung lebih satu bulan terjadi akibat berbagai faktor yang berkaitan berupa pasang air laut serta terganggunya aliran Sungai Martapura, sehingga air dari sungai-sungai kecil tidak dapat mengalir dengan optimal.
Salah satu solusi strategis untuk mengatasi banjir tahunan ini adalah pembangunan Bendungan Riam Kiwa sebagai pengendali banjir jangka panjang. “Perencanaan bendungan sebenarnya sudah cukup lama, namun masih ada kendala lahan tetapi sudah diselesaikan pada akhir 2024. Mudah-mudahan tahun ini pekerjaan fisiknya bisa segera dimulai,” kata Dody.
Pembangunan Bendungan Riam Kiwa ditargetkan selesai dalam waktu tiga tahun. “Dengan beroperasinya bendungan Riam Kiwa tersebut, nantinya 70 persen banjir di kawasan ini dapat teratasi,” ungkapnya.
Senada Gubernur Kalsel, Muhidin di sela-sela kunjungan Wapres Gibran di lokasi banjir Kabupaten Banjar kemarin, juga menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian PU dan Balai Besar Wilayah Sungai III Kalimantan terkait rekonstruksi pasca banjir Kalsel.
Menurut Muhidin berdasarkan hasil kajian Sungai Alalak berperan
penting untuk mengatasi masalah banjir di Kabupaten Banjar dan Kota.
Banjarmasin.
"Kondisi Sungai Alalak saat ini selain mengalami sendimentasi juga penyempitan sehingga mengganggu aliran air ke Sungai Barito. Demikian juga Sungai Martapura mengalami pendangkalan," ungkapnya. Karena itu Pemprov Kalsel akan berkoordinasi dengan pihak terkait guna melakukan normalisasi Sungai Alalak, Sungai Martapura dan sungai-sungai besar di Kalsel lainnya.
Data Pusdalops BPBD Kalsel banjir yang melanda delapan kabupaten/kota di Kalsel sebagian sudah surut. Kabupaten Banjar dan Hulu Sungai Utara menjadi daerah terparah karena banjir tak kunjung surut sejak sebulan terakhir. Demikian juga daerah pesisir Kabupaten Banjar dan Tanah Laut saat ini mengalami rob. (E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved