Headline

Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.

Antisipasi Banjir Aceh: UGM Pasang EWS Mandiri Energi di Bener Meriah

Ardi Teresti
09/1/2026 18:21
Antisipasi Banjir Aceh: UGM Pasang EWS Mandiri Energi di Bener Meriah
Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM).(Dok. Humas UGM )

BANJIR susulan masih berpotensi melanda sejumlah wilayah terdampak bencana di Sumatra. Menjawab keresahan masyarakat akibat bencana yang berulang, tim Universitas Gadjah Mada (UGM) memasang Sistem Peringatan Dini (Early Warning System/EWS) Banjir di wilayah tersebut.

Program ini diketuai oleh dosen Teknik Sipil Sekolah Vokasi UGM, Dr. Sc. Adhy Kurniawan, S.T., bekerja sama dengan Pusat Studi Energi (PSE UGM) dan Universitas Teuku Umar. Kegiatan ini didukung melalui hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisainstek) dalam skema Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tanggap Darurat Bencana.

“Pemilihan lokasi pemasangan EWS didasarkan pada kejadian banjir susulan akhir 2025 di Desa Lampahan Timur,” ujar Adhy dalam siaran pers, Jumat (9/1).

Teknologi EWS Mandiri Energi

Sistem EWS yang dipasang dirancang mandiri energi menggunakan panel surya. Perangkat cerdas ini dilengkapi dengan:

  1. Sensor ketinggian muka air: Membaca fluktuasi elevasi air sungai secara real-time.
  2. Kamera pemantau (CCTV): Memungkinkan pemantauan visual kondisi sungai melalui laman khusus.
  3. Sirine peringatan: Dua pengeras suara dipasang menghadap arah berbeda agar peringatan terdengar di lebih banyak pemukiman.
  4. Sistem GPS: Memudahkan relokasi alat karena koordinat lokasi akan menyesuaikan secara otomatis.

Tantangan Logistik dan Medan Berat

Proses menuju lokasi pemasangan tidak mudah. Sebanyak 31 paket kargo peralatan dikirim secara bertahap dari Yogyakarta ke Aceh. Perjalanan darat menuju Kabupaten Bener Meriah pun penuh tantangan.

“Dari Banda Aceh ke Bireuen saja bisa lebih dari enam jam, lalu dilanjutkan ke Bener Meriah sekitar enam jam lagi. Akses jalan dan kondisi cuaca memang cukup berat,” kata Adhy.

Setelah seluruh peralatan tiba dan dirakit, pemasangan EWS dilakukan pada 2 Januari 2026 di Desa Lampahan Timur, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, setelah melalui koordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat.

Keberlanjutan dan Peran Masyarakat

Pemasangan di Bener Meriah merupakan titik ketiga tim UGM di Aceh, setelah sebelumnya memasang EWS di Pulau Simeulue (2024) dan Meulaboh (2025). Adhy menekankan pengelolaan alat kini diserahkan kepada masyarakat dan pemerintah daerah.

“Alat ini kami serahterimakan kepada masyarakat. Prinsip sistem peringatan dini adalah berfungsi sebelum bencana terjadi, sehingga saat sirine berbunyi, warga sudah memahami bahwa itu tanda muka air naik dan harus bersiap mengamankan barang-barang penting,” tambahnya.

Adhy berharap kontribusi UGM ini dapat dirawat dan difungsikan dengan baik sehingga mampu meminimalisasi risiko dampak banjir di masa depan. (AT/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya