Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Enam Korban Banjir Bandang Tanpa Identitas Dimakamkan Secara Massal

Yose Hendra
08/1/2026 15:10
Enam Korban Banjir Bandang Tanpa Identitas Dimakamkan Secara Massal
Pemakaman korban banjir bandang yang belum teridentifikasi.(MI/Yose Hendra)

PROSESI pemakaman enam jenazah korban banjir bandang yang hingga kini belum teridentifikasi digelar dengan penuh khidmat, Rabu (7/1). Keenam korban bencana hidrometeorologi tersebut dimakamkan secara layak dan bermartabat sebagai bentuk penghormatan terakhir negara dan masyarakat.

Sebelum dimakamkan, salat jenazah dilaksanakan dan dipimpin langsung Kapolda Sumatra Barat Irjen Gatot Tri Suryanta. Prosesi ini turut dihadiri Bupati Agam Benni Warlis, Ketua DPRD Agam Ilham, unsur Forkopimda, jajaran OPD, personel TNI–Polri, serta masyarakat.

Keenam jenazah tersebut merupakan korban banjir bandang yang belum berhasil diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI). Meski tanpa identitas, seluruh proses pemulasaraan tetap dilakukan secara profesional, humanis, serta sesuai kaidah syariat dan nilai kemanusiaan.

Seusai disalatkan, jenazah diberangkatkan secara beriringan menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sungai Jariang, Kampuang Baru, untuk dimakamkan.

Bupati Agam Benni Warlis menyampaikan duka cita mendalam atas musibah tersebut. “Alhamdulillah, kita telah selesai mengantarkan dan memakamkan saudara-saudari kita ke peristirahatan terakhir. Semoga para korban mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Sumatra Barat Irjen Pol Gatot Tri Suryanta menegaskan bahwa negara hadir memastikan setiap korban bencana diperlakukan dengan penuh penghormatan. “Mulai dari proses evakuasi, identifikasi hingga pemakaman, semuanya dilakukan dengan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Agam bersama Polri, TNI, tenaga kesehatan, dan relawan terus bersinergi dalam upaya pencarian dan identifikasi korban, serta memberikan pendampingan psikologis bagi keluarga yang terdampak. Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas, dan mempercayakan seluruh proses kepada petugas di lapangan.

Kapolda Sumbar juga mengajak seluruh pihak untuk mendoakan para korban. “Mari kita doakan para korban agar diberi tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan,” tutupnya. (E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya