Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGIAN besar siswa SMP Negeri 2 Tanggulangin Sidoarjo terpaksa masih harus belajar daring dari rumah masing-masing, di hari pertama masuk sekolah setelah liburan semester, Senin (5/1). Hal ini karena kondisi sekolah masih terendam banjir.
Banjir yang menggenangi areal sekolah ini sudah terjadi sejak akhir November 2025 lalu dan belum surut hingga sekarang. Ketinggian air di sejumlah ruang kelas mencapai 10-20 sentimeter, sementara di halaman sekolah antara 20-30 sentimeter.
Akibat banjir, untuk sementara hanya siswa kelas 7 yang tetap masuk sekolah secara terbatas. Mereka memanfaatkan beberapa ruang kelas di bangunan baru yang tidak terdampak banjir. Rencananya belajar di sekolah tersebut akan diterapkan bergantian dengan siswa kelas 8 dan 9.
“Untuk sementara hari ini yang masuk hanya kelas 7. Mulai hari Rabu nanti rencananya dua jenjang bisa masuk, terutama kelas 9 karena harus mempersiapkan TKA. Kelas 7 dan 8 nanti gantian, ada yang masuk dan ada yang daring,” kata Kepala SMP Negeri 2 Tanggulangin, Supriyanto, Senin (5/1).
Pemberlakuan belajar sistem daring dan luring itu dilakukan juga mempertimbangkan hujan yang turun. Namun berdasarkan prakiraan BMKG, puncak hujan terjadi pada bulan Januari 2026.
“Sampai hari ini kondisi airnya naik turun tergantung cuaca. Kalau hujan ya naik, kalau tidak hujan ya turun, tapi tidak pernah habis. Ini sudah mulai tahun lalu, kurang lebih satu setengah bulan terakhir,” kata Supriyanto.
Jumlah siswa SMP Negeri 2 Tanggulangin sebanyak 645 siswa. Pihak sekolah mengalihkan pintu masuk dari belakang karena akses utama masih tergenang air.
Salah satu siswi kelas 7, Zaskia Nayla Natasya, mengaku sedih karena aktivitas belajar menjadi terbatas akibat banjir. Apalagi banjir yang terjadi berlangsung lama tidak kunjung surut.
“Sedih banget, soalnya kegiatan belajar jadi terbatas dan nggak bisa ketemu teman-teman serta kakak kelas,” kata Zaskia.
Siswa yang masuk sekolah pun tidak ada yang memakai sepatu. Kebanyakan menggunakan sandal karena hampir seluruh halaman dan sebagian besar areal kelas tergenang. Hanya bangunan lantai dua yang bisa digunakan, dan itupun siswa tetap melewati genangan air di lantai bawah. Pihak sekolah berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan untuk menangani banjir tahunan itu. (H-2)
LIMA daerah di Jawa Timur hingga Selasa (13/1) masih terkepung banjir akibat luapan sungai dan curah hujan deras yang turun dalam beberapa hari ini. Lamongan menjadi wilayah terluas yang dilanda banjir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved