Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Dua Awak Bus di Terminal Purabaya Positif Narkoba

Heri Susetyo
26/12/2025 14:20
Dua Awak Bus di Terminal Purabaya Positif Narkoba
.(MI/Heri Susatyo)

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sidoarjo bersama Satresnarkoba dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sidoarjo menggelar tes urine mendadak bagi para awak bus di Terminal Purabaya, Jumat (26/12). Hasilnya, dua orang awak bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dinyatakan positif mengonsumsi narkotika.

Operasi yang merupakan bagian dari rangkaian Operasi Lilin Semeru 2025 ini dilakukan secara acak dengan menyasar para pengemudi dan kru bus di pintu keberangkatan. 

Langkah preventif ini diambil guna menjamin keamanan dan keselamatan para penumpang yang tengah melakukan perjalanan dalam rangka libur Natal dan Tahun Baru.

Kasat Lantas Polresta Sidoarjo, Komisaris Jodi Indrawan, menjelaskan bahwa fokus utama pemeriksaan adalah pengemudi bus jalur jarak jauh mengingat tingginya mobilitas masyarakat di akhir tahun. 

"Kami melakukan antisipasi sejak dini agar tidak membahayakan nyawa penumpang. Kondisi sopir maupun kernet harus benar-benar prima dan mutlak bebas dari pengaruh narkoba," tegas Jodi.

Dari total 30 sampel urine yang diambil secara acak, petugas menemukan dua awak bus yang positif mengandung zat metamfetamin dan amfetamin. Keduanya diketahui berinisial R, seorang pembantu pengemudi (helper) bus jurusan Cepu, dan I, pengemudi bus jurusan Denpasar-Bali.

Sebagai tindak lanjut, kedua awak bus tersebut langsung dilimpahkan ke pihak BNNK dan Satresnarkoba untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

Pihak kepolisian juga memberikan sanksi tegas dengan melarang bus tersebut beroperasi hingga kru pengganti yang laik jalan tersedia.

"Kami mengimbau kepada seluruh perusahaan otobus (PO) untuk memperketat pengawasan internal dan rutin mensosialisasikan bahaya narkoba kepada para awaknya. Ke depan, random sampling seperti ini akan terus dilakukan tanpa jadwal pasti demi memastikan tidak ada toleransi bagi pengguna narkotika di sektor transportasi umum," pungkas Jodi. (HS/P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Aries
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik