Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Tanpa Bantuan Pemerintah, Warga Pasar Batu Grigis Berjibaku Membangun Kembali Rumah

Januari Hutabarat
01/1/2026 14:10
Tanpa Bantuan Pemerintah, Warga Pasar Batu Grigis Berjibaku Membangun Kembali Rumah
Rumah warga yang nyaris roboh diterjang banjir bandang.(MI/Januari Hutabarat)

WARGA korban banjir bandang yang melanda Pasar Batu Grigis, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, pada 25 November 2025 lalu, masih harus berjibaku memulihkan rumah tinggal mereka secara mandiri. Hingga jelang pergantian tahun, uluran tangan pemerintah maupun donatur belum mereka rasakan.

Alih-alih menyambut Tahun Baru dengan sukacita, warga justru dihadapkan pada kenyataan pahit membersihkan sisa-sisa material banjir dan memperbaiki rumah yang rusak akibat terjangan arus deras.

M. Tanjung (45), warga setempat, Rabu (31/12), mengaku bersama warga lainnya bergotong royong memperbaiki rumah masing-masing yang rusak parah akibat banjir bandang. “Kami harus bergotong royong demi pemulihan tempat tinggal kami. Sampai sekarang belum ada bantuan dari pemerintah maupun donatur,” ujarnya.

Selain lumpur tebal, rumah-rumah warga juga dipenuhi material kayu gelondongan yang terbawa arus banjir. Atap dan dinding rumah rusak akibat benturan material saat banjir melanda.

Hal senada disampaikan S Manullang (51), warga Kecamatan Pandan. Ia mengaku harus bolak-balik membersihkan rumahnya dari endapan lumpur setinggi sekitar 60 sentimeter.

“Pagi hari saya menarik becak motor (betor), siang saya pulang untuk membersihkan rumah dari gumpalan lumpur. Keluarga saya masih tinggal di posko pengungsian di Rumah Sakit Pandan,” katanya.

Menurut Manullang, kebutuhan makan dan minum di posko pengungsian memang tersedia. Namun, kebutuhan hidup sehari-hari tidak bisa hanya bergantung pada bantuan tersebut. “Untuk hidup sehari-hari tidak cukup hanya makan dan minum. Saya harus tetap mencari uang untuk kebutuhan rumah tangga lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, hampir seluruh perabotan rumah tangganya rusak dan tertimbun material banjir, termasuk tempat tidur dan perlengkapan rumah lainnya. "Semua butuh biaya untuk menggantinya,” katanya.

Warga berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat segera turun tangan memberikan bantuan nyata bagi korban banjir bandang agar mereka dapat kembali menata kehidupan secara layak. “Kami sangat berharap ada perhatian dan bantuan dari pemerintah,” ujar Manullang menutup. (E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya