Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Personel Polres Pesisir Selatan bersama personel Korps Brimob Polri dan Pemerintah Daerah setempat bahu-membahu melaksanakan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Kenagarian Puluik-Puluik Limau Hantu IV, Kecamatan Bayang Utara, Rabu (24/12).
Langkah ini diambil untuk memberikan tempat tinggal yang lebih layak bagi warga yang sebelumnya terpaksa mengungsi di fasilitas umum.
Pembangunan Huntara ini diprioritaskan bagi para pengungsi yang saat ini masih menempati Gedung UDKP Puluik-Puluik Selatan.
Pada tahap awal konstruksi, petugas gabungan memfokuskan pengerjaan pada proses pengecoran lantai bangunan. Tahapan ini dinilai krusial untuk memastikan fondasi hunian kokoh, aman, dan memenuhi standar kelayakan bagi masyarakat sebelum nantinya dapat beralih ke hunian tetap.
Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri, Kombes Erdi A Chaniago, menyatakan bahwa keterlibatan aktif personel Polri dalam pembangunan fisik ini merupakan bentuk komitmen institusi dalam mendukung pemulihan sosial dan infrastruktur pascabencana.
"Polri tidak hanya hadir dalam aspek pengamanan wilayah, tetapi juga berperan aktif dalam misi kemanusiaan. Kami ingin memastikan masyarakat terdampak segera memiliki hunian yang layak agar proses pemulihan kehidupan mereka berjalan lebih cepat," ujar Erdi.
Secara keseluruhan, terdapat 23 unit Huntara yang akan dibangun secara bertahap di lokasi tersebut. Seluruh proses pengerjaan mendapatkan monitoring ketat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesisir Selatan guna memastikan pembangunan berjalan aman, lancar, dan sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah direncanakan.
Pengawasan ini dilakukan agar hasil pembangunan dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh para pengungsi dalam waktu dekat.
Melalui sinergi solid antara Polres Pesisir Selatan, Korps Brimob, dan Pemerintah Daerah, pembangunan Huntara ini diharapkan dapat segera rampung sebelum pergantian tahun. Kehadiran hunian ini diharapkan tidak hanya memberikan perlindungan fisik dari cuaca, tetapi juga mengembalikan semangat dan martabat warga sembari menunggu proses pemulihan wilayah secara menyeluruh oleh pemerintah pusat maupun daerah. (P-5)
Aksi kolaboratif ini menjadi simbol kuat bahwa stabilitas dan pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang memerlukan kerja sama erat dari seluruh unsur keamanan.
Selain penguatan sumber daya manusia, Polri juga mengerahkan alat-alat berat untuk mempercepat pembersihan sisa material bencana
Acara berlangsung meriah dengan berbagai rangkaian doa, puji-pujian, serta penampilan seni dari anak-anak pengungsian.
Polri telah disiagakan untuk memberikan pengobatan langsung, mulai dari pemberian obat batuk, pilek, hingga vitamin penurun demam.
JKM adalah hak mutlak setiap peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Kehadiran kapal ini menjadi solusi taktis di tengah upaya pemerintah daerah memperbaiki jembatan yang rusak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved