Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

UGM Berkomitmen jadi Kampus Berdampak dan Mandiri

Ardi Teristi Hardi
20/12/2025 10:08
UGM Berkomitmen jadi Kampus Berdampak dan Mandiri
.(MI/Ardi)

Universitas Gadjah Mada (UGM) memperingati hari jadinya yang ke-76 dengan menegaskan kembali jati diri sebagai "Menara Air", yakni institusi yang tidak sekadar menjadi menara gading akademik, tetapi memberikan dampak nyata bagi kemanusiaan.

Melalui semangat Merakyat, Mandiri, dan Berkelanjutan, Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, menekankan pentingnya riset dan inovasi sebagai motor penggerak kedaulatan bangsa.

“Riset dan inovasi menjadi elemen sangat penting bagi penguatan posisi pendidikan tinggi. UGM berkomitmen mempersembahkan karya yang berorientasi pada kepentingan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan,” ujar Prof. Ova dalam pidato laporan tahunan di Grha Sabha Pramana, Jumat (19/12).

Dalam setahun terakhir, UGM mencatatkan lonjakan signifikan dalam pemeringkatan internasional. Pada QS World University Rankings (WUR) 2026, UGM berhasil menembus peringkat 224 dunia, naik 15 tingkat dari tahun sebelumnya. Indikator Academic Reputation pun melesat ke peringkat 134 dunia.

Tak hanya itu, reputasi individu tenaga pendidiknya kian diakui dunia. Tercatat 14 dosen UGM masuk dalam daftar Top 2% World Scientist 2025 yang dirilis oleh Stanford University, meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Sebagai kampus yang merakyat, UGM tetap konsisten dengan program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM). Sepanjang 2025, sebanyak 9.242 mahasiswa telah diterjunkan ke 35 provinsi di seluruh Indonesia.

UGM juga menunjukkan tanggung jawab kemanusiaannya melalui pembentukan Emergency Response Unit. Saat bencana melanda Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara, UGM terlibat aktif dalam masa tanggap darurat hingga penyusunan roadmap rehabilitasi-rekonstruksi bersama Kemenko PMK.

“UGM hadir dalam kemandirian bahan baku obat, penanganan stunting, TBC, kedaulatan pangan, hingga transisi energi yang berkeadilan,” tambah Prof. Ova.

Di tengah tantangan akses pendidikan, UGM memperkuat aspek inklusivitas. Sepanjang 2025, UGM menggandeng 229 mitra penyedia beasiswa yang menjangkau 18.617 mahasiswa penerima manfaat.

Kemandirian finansial juga terus dipupuk melalui optimalisasi aset dan unit usaha untuk menopang biaya operasional pendidikan serta riset. Hingga kini, UGM telah meluluskan 410.128 alumni yang berkiprah di berbagai penjuru dunia.

Peringatan Dies Natalis bertajuk “Kampus Sehat, Pilar Kemandirian dan Ketahanan Bangsa” ini ditutup dengan optimisme bahwa UGM akan terus menjadi enabler pembangunan SDM dan teknologi masa depan yang adaptif dan berdampak luas. (AT/P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Aries
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik