Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Pertamina Jateng-DIY Antisipasi Gangguan Cuaca Esktrem dan Bencana saat Libur Nataru

Ardi Teristi Hardi
19/12/2025 09:36
Pertamina Jateng-DIY Antisipasi Gangguan Cuaca Esktrem dan Bencana saat Libur Nataru
Jajaran petinggi Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah pada jumpa pers di Sleman, Kamis (18/12).(Dok.Pertamina)


Menghadapi momentum arus mudik dan balik pada perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (nataru), Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, melakukan serangkaian proyeksi & kalkulasi terhadap konsumsi BBM dan LPG pada masa nataru. Selain, itu, Pertamina juga telah menyiapkan antisipasi pola pendistribusian BBM dan LPG apabila terjadi cuaca ekstrem ataupun bencana alam.

"Kami siap apabila ada gangguan cuaca ekstrem dan potensi bencana alam yang dapat menghambat distribusi," ungkap Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Fanda Chrismianto dalam jumpa pers di Sleman, DIY, Kamis (18/12). Pihaknya pun rutin berkoordinasi dengan BMKG terkait prakiraan cuaca.

Potensi bencana yang mungkin terjadi, misalnya, tanah longsor dan banjir. Di wilayah DIY, juga terdapat Gunung Merapi yang masih aktif.

"Antisipasi yang dilakukan adalah stok di wilayah-wilayah rawan telah kami pertebal untuk ketahanan hingga 14 hari ke depan,” imbuh Fanda. Pola alternatif distribusi BBM dan LPG juga sudah disiapkan apabila jalur utama terputus akibat cuaca ekstrem maupun bencana.

KONSUMSI BBM DAN LPG
Ia mengatakan, pada peak season Nataru periode 15 Desember hingga 7 Januari, BBM jenis Gasoline (bensin) diprediksi mengalami peningkatan konsumsi sebesar 6,7% dari rerata normal harian sebesar 1.889 kilo liter per hari. Sementara itu, konsumsi Gasoil (diesel) diprediksi turun sebesar -0,2% dari rerata normal harian 547 kilo liter per hari.

Ia juga memprediksi, konsumsi Pertamax Series dan Dex Series akan mengalami penaikan seperti pada momentum Nataru pada tahun lalu, yaitu sebesar 18,5 persen pada Pertamax Series dan sebesar 34,9 persen Dex Series. 

Konsumsi BBM Kereta Api (KAI), baik untuk kereta penumpang ataupun non-penumpang, diprediksi mengalami kenaikan sebesar 3,49% atau sebesar 4,4 KL, dari rerata normal harian 125,97 KL menjadi 130,37 KL.

Konsumsi avtur untuk penerbangan diprediksi naik sebesar 1,6% dari rerata normal harian 331 kilo liter perhari.

Sementara itu, kenaikan konsumsi LPG diprediksi meningkat sebesar 1,6% dari konsumsi normal harian 545 Metrik Ton per hari, terdiri dari LPG 3kg naik sebesar 0,58% dari konsumsi normal 504 metrik ton per hari, dan LPG nonsubsidi naik 13,8% dari konsumsi normal harian 41 Metrik Ton per hari.

"Kami juga melakukan kinerja ekstra dengan membentuk Satgas Natal dan Tahun Baru (nataru) mulai 13 November 2025 – 11 Januari 2026," kata dia. 

MONITOR EKSTRA
Satgas tersebut akan memonitor secara ekstra untuk menjamin distribusi kesiapsiagaan seluruh lembaga penyalur, baik BBM maupun LPG, serta keadaan khusus emergency lainnya yang dapat mengganggu kelancaran distribusi. 

"Kami menambah layanan berupa 5 Motorist Pertamina Delivery Service (PDS) dan PDS Bright Gas 15 Outlet," imbuh dia. Mereka disiagakan pada titik-titik rawan kemacetan, bencana dan konsentrasi pemudik, serta destinasi wisata utama di DIY. 

Selain itu, pihaknya juga menambah 6 unit layanan Modular BBM (Dispenser BBM Portable) guna memecah antrian dan menambah pasokan BBM di titik-titik kritis rawan.

"Kami juga menambah jam operasional lembaga penyalur atau disebut dengan SPBU Siaga sebanyak 73 SPBU dan 387 Agen LPG Siaga (343 PSO & 44 NPSO) di Jalur Tol, Jalur Wisata, dan Jalur Lintas Utama," imbuh dia.

Pihaknya juga telah menyediakan tambahan Mini serambi MyPertamina yang siap mengecek kondisi kesehatan pemudik, menyediakan tempat beristirahat sementara yang berlokasi di Bandara YIA pada H-5 Natal.

"Pada intinya, Pertamina Siaga Hadir dengan 4 konsep utama, yakni layanan ketersediaan energi, layanan remote area dan rawan bencana, layanan tambahan dan layanan promosi," tutup dia. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya