Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Gelar Latpraops Lilin Candi 2025, Polda Jateng Siap Terapkan Strategi Hospitality dan Safety

Haryanto Mega
17/12/2025 14:39
Gelar Latpraops Lilin Candi 2025, Polda Jateng Siap Terapkan Strategi Hospitality dan Safety
kegiatan Latihan Pra Operasi (Latpraops) Lilin Candi 2025 di Gedung Borobudur Mapolda Jateng, Rabu (17/12).(MI/Haryanto Mega)

POLDA Jawa Tengah menerapkan paradigma baru dalam pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) melalui Operasi Lilin Candi 2025. Pengamanan tidak hanya berfokus pada pengaturan lalu lintas, tetapi juga pada penciptaan rasa aman, nyaman, damai, serta keharmonisan sosial dan spiritual di tengah masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Wakil Kepala Polda Jawa Tengah Brigjen Pol Latif Usman saat membuka kegiatan Latihan Pra Operasi (Latpraops) Lilin Candi 2025 di Gedung Borobudur Mapolda Jateng, Rabu (17/12).

Kegiatan Latpraops ini diikuti para Kasatgas Operasi, seluruh personel satuan tugas, serta dihadiri Kabag Ops, Kasat Lantas, Kasat Samapta, Kasat Intel, Kasi Humas, dan Kasi Dokkes dari 35 Polres jajaran Polda Jawa Tengah.

Latpraops bertujuan meningkatkan kemampuan dan profesionalisme personel serta menyamakan persepsi dan pola bertindak di lapangan sesuai potensi ancaman dan tingkat kerawanan selama pelaksanaan Operasi Lilin Candi 2025. Tema yang diusung yakni “Melalui Latihan Pra Operasi Kita Tingkatkan Kemampuan dan Profesionalisme Polri dalam Pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 guna Memelihara Keamanan Dalam Negeri.”

Dalam arahannya, Brigjen Pol Latif Usman menegaskan bahwa Operasi Lilin Candi 2025 mengusung paradigma pengamanan yang lebih humanis. Kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memberikan pelayanan yang ramah dan penuh empati.

“Tujuan Operasi Lilin adalah memberikan pelayanan terbaik dan rasa nyaman bagi masyarakat yang melaksanakan ibadah Natal, para pemudik, serta wisatawan yang datang ke Jawa Tengah,” tegasnya.

KEDEPANKAN SIKAP HUMANIS
Seluruh personel diminta mengedepankan sikap humanis dan profesional, serta memastikan terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) selama momentum Nataru. Kehadiran Polri diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi umat Kristiani yang beribadah maupun masyarakat yang merayakan Tahun Baru di berbagai lokasi wisata.

“Kehadiran Polri bukan hanya untuk menjaga, tetapi untuk memberikan rasa aman, nyaman, dan tenteram. Tampilkan wajah humanis Polri dalam setiap interaksi dan pelayanan kepada masyarakat,” pesannya.

Wakapolda juga mengingatkan jajaran agar mengantisipasi potensi bencana, melakukan mitigasi risiko, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta aktif menyampaikan informasi terkini kepada masyarakat. Deteksi dini dan langkah preemtif harus dikedepankan untuk mencegah gangguan kamtibmas dan aksi intoleransi, serta memastikan seluruh rangkaian ibadah Natal berjalan aman dan lancar.

Sementara itu, Karo Ops Polda Jateng Kombes Basya Radyananda menjelaskan bahwa sebagai implementasi paradigma baru, Polda Jateng mengusung strategi hospitality dan safety dalam Operasi Lilin Candi 2025.

“Operasi ini tidak semata berorientasi pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga menjaga kenyamanan sosial serta keharmonisan spiritual selama ibadah Natal dan perayaan Tahun Baru,” ujarnya.

Ia berpesan agar seluruh peserta Latpraops mengikuti dan menyerap materi pelatihan dengan baik, sehingga kesiapan dan profesionalisme personel dalam pengamanan Nataru 2025–2026 dapat semakin meningkat.

“Dengan pemahaman yang sama dan kesiapan yang matang, diharapkan pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Jawa Tengah dapat berjalan aman, lancar, dan kondusif, serta mampu mewujudkan keamanan dalam negeri,” pungkasnya.(E-2). 

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik