Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Ratusan Rumah dan Jalan Provinsi Terancam Longsor Akibat Retakan Bukit Rantau Pauh Pasaman Barat

Naufal Zuhdi
17/12/2025 12:39
Ratusan Rumah dan Jalan Provinsi Terancam Longsor Akibat Retakan Bukit Rantau Pauh Pasaman Barat
Ilustrasi(Dok Istimewa )

KONDISI retakan tanah di Bukit Rantau Pauh, Jorong Perhimpunan, Nagari Talu, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatra Barat, semakin memburuk dan mengkhawatirkan.

Berdasarkan tinjauan warga, retakan tersebut telah melebar dan menurun hingga lebih dari 3 meter dengan panjang lebih dari 30 meter dalam satu minggu terakhir. Apabila longsor terjadi, diperkirakan ada sebanyak 116 unit rumah dan ratusan kepala keluarga yang akan terdampak.

Selain itu, ruas jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat juga terancam tertutup apabila terjadi longsor.

Kondisi di lapangan juga menunjukkan telah terjadi longsoran kecil di bagian bawah tebing, dengan potensi longsoran susulan yang bisa menutup aliran sungai dan memicu banjir bandang.

Cuaca ekstrem dengan curah hujan terus-menerus semakin meningkatkan risiko. Beberapa hari lalu warga bersama PMI Kabupaten Pasaman Barat telah memasang sirine peringatan dan melakukan ronda selama seminggu terakhir.

Bantuan Koperasi Tambang Rakyat

Dalam upaya mendorong pemulihan pascabencana, Keluarga Besar Koperasi Tambang Rakyat (KTR) Pasaman Barat mengunjungi lokasi bencana di Nagari Talu.

“Kami hadir disini untuk meninjau retakan juga sosialisasi kepada masyarakat untuk antisipasi bencana," ucap Ketua KTR Pasaman Barat, Mulyadi, Rabu (17/12).

Mulyadi menyampaikan bahwa pihaknya telah menurunkan 3 alat berat yang berhasil membuka jalan provinsi yang tertutup material longsor. Tim juga melakukan tinjauan kembali ke lokasi Pasanggiang, Nagari Talu, untuk memantau aliran sungai yang telah bergeser kurang lebih 100 meter.

Afni Nia Sari dari Bamus Nagari Talu juga menyampaikan perlunya reboisasi atau penanaman kembali pohon di area rawan longsor untuk mengurangi risiko di masa depan. (E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya