Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Tim Gabungan BPBD Pasaman Barat Intensifkan Pencarian Korban Longsor di Sinuruik

 Gana Buana
29/11/2025 14:58
Tim Gabungan BPBD Pasaman Barat Intensifkan Pencarian Korban Longsor di Sinuruik
Ilustrasi Petugas Tim gabungan mengevakuasi korban longsor.(Antara)

UPAYA pencarian terhadap enam warga yang hilang akibat longsor di kawasan Batang Tinggam, Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, masih terus dilakukan oleh Tim Gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Kepala Pelaksana BPBD Pasaman Barat, Jhon Edwar, menjelaskan bahwa proses pencarian terkendala akses menuju lokasi bencana. Putusnya jalan di daerah Rimbo Kejahatan membuat alat berat sulit mencapai titik longsor.

“Kami sedang berkomunikasi dengan berbagai pihak untuk segera mendatangkan alat berat. Kondisi jalur yang terputus menjadi tantangan utama tim di lapangan,” ujarnya, Sabtu.

Material Longsor Menyumbat Aliran Sungai

Tim yang berada di lokasi juga mengidentifikasi adanya penyumbatan aliran Sungai Batang Tinggam akibat tumpukan material longsor. Untuk membuka kembali aliran sungai, BPBD membutuhkan ekskavator.

“Jika tidak ada hambatan, alat berat itu diupayakan dapat bekerja hari ini,” tambah Jhon Edwar.

Enam Korban Hilang, Satu Selamat

Menurut laporan dari pihak nagari, longsor terjadi pada Jumat (28/11) sekitar pukul 04.00 WIB dan menimbun dua rumah warga. Enam orang dilaporkan hilang dan masih dalam proses pencarian. Mereka adalah:

  • Yelma Yunita
  • Rafael
  • Diam Fernada
  • Inur
  • Siam
  • Zahra

Sementara seorang warga bernama Rendi berhasil selamat dan kini menjalani perawatan medis di Puskesmas Talu.

Skala Longsor dan Dampak ke Warga

Longsor yang terjadi memiliki dimensi cukup besar, dengan panjang sekitar 600 meter dan ketinggian hingga 10 meter. Selain merusak rumah warga, material longsor juga menutup area pertanian di sekitar lokasi.

Sebagai langkah antisipasi, sekitar 96 warga yang tinggal di zona rawan telah diungsikan ke tempat yang lebih aman di kawasan Batas Semut Sinuruik.

BPBD meminta warga untuk sementara menjauhi daerah perbukitan dan lereng yang berpotensi mengalami longsor susulan. Kondisi tanah yang masih labil membuat risiko bencana masih tinggi. (Ant/Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya