Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mengumumkan hasil pemeriksaan laboratorium terkait kematian anak Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) bernama Laila di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Sebanga, Kabupaten Bengkalis, pada Sabtu (22/11) lalu.
Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel jaringan dan organ yang dilakukan oleh Laboratorium Medica Satwa Laboratoris di Bogor menunjukkan bahwa kematian anak gajah betina berusia 1 tahun 6 bulan tersebut positif terinfeksi Virus Elephant Endotheliotropic Herpes Viruses (EEHV) yang menyerang organ hati (Hepar).
Kepala BBKSDA Riau, Supartono, menjelaskan bahwa EEHV adalah jenis virus herpes yang khusus menyerang gajah, terutama anak gajah.
"Penyakit ini dikenal mematikan karena perkembangannya sangat cepat dan sulit ditangani. Virus EEHV ini hanya menular antar gajah," ungkap Supartono, Senin (15/12).
Laila adalah anak gajah yang dilahirkan pada 6 April 2024 dari Induk bernama Puja dan Jantan bernama Sarma.
Kronologis kematian Laila dimulai sejak Kamis (20/11), ketika ia terlihat kurang aktif meski nafsu makan dan minum masih baik. Tim medis yang terdiri dari dokter hewan dan mahout langsung memberikan penanganan intensif, termasuk pemberian infus dan obat, serta pemantauan setiap dua jam.
Meskipun sempat terpantau masih berdiri, menyusu, dan aktif bergerak hingga tengah malam Jumat (21/11), kondisi Laila terus memburuk. Laila dinyatakan mati pada Sabtu (22/11) sekitar pukul 05.30 WIB dalam kondisi terbaring.
Kabar duka ini menambah daftar kematian gajah akibat EEHV di Riau. Sebelumnya, pada 10 September 2025, anak gajah Tari atau Kalista Lestari (2 tahun 10 bulan) juga mendadak mati di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) yang diduga kuat akibat terjangkit virus herpes jenis EEHV. (RK/P-5)
Kebijakan tersebut dirancang agar pertambangan rakyat benar-benar menjadi instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat dan tidak dikuasai pemodal besar.
BBKSDA Riau menurunkan tim ke lapangan menyusul laporan kemunculan harimau sumatra di area tambang minyak bumi PT Bumi Siak Pusako (BSP), Siak, Riau.
Sebuah kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Koridor PT RAPPĀ Kilometer 10, Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan menyebabkan dua orang meninggal dunia.
Sebanyak 6.000 penari berkumpul dalam keselarasan gerak yang memukau untuk membawakan Tari Zapin Masal di Pekanbaru, Riau.
SEORANG warga bernama Zulfikar mengaku bertemu harimau Sumatra di Dusun 04, Desa Teluk Masjid, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau.
TIM SAR gabungan akhirnya dapat menemukan seorang bocah yang menjadi korban tenggelam di Sungai Ngaso, Desa Suka Damai, Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved