Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Disdikbud Pastikan Kegiatan Belajar Tetap Jalan walau Kepsek SDN Tasikmalaya Tersangka Pencabulan

Kristiadi
15/12/2025 11:48
Disdikbud Pastikan Kegiatan Belajar Tetap Jalan walau Kepsek SDN Tasikmalaya Tersangka Pencabulan
Kepala Bidang (Kabid) SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tasikmalaya, Ahmad Solihin(MI/Kristiadi)

Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Linggaputra, Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya, berinisial UR, 55, yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) aktif, sedang menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Pangandaran. Pemeriksaan ini terkait dugaan kasus pencabulan dan penganiayaan terhadap lima remaja putri di sebuah hotel kawasan Pantai Pangandaran.

Kepala Bidang (Kabid) SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tasikmalaya, Ahmad Solihin, membenarkan bahwa pelaku berinisial UR menjabat sebagai Kepsek SDN di Kecamatan Jatiwaras.

"Pelaku menjabat sebagai kepala sekolah di SD Negeri Kecamatan Jatiwaras. Kami sudah berkoordinasi dengan BKPSDM untuk sanksi. Prosesnya akan menunggu penetapan hukum di Pengadilan Negeri," kata Ahmad Solihin, Senin (15/12/2025).

Solihin menegaskan bahwa prioritas utama Disdikbud saat ini adalah memastikan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SDN Linggaputra tetap berjalan normal dan tidak terganggu oleh kasus tersebut.

"Saya hanya memastikan proses belajar di Sekolah tetap berjalan dan jangan pernah terganggu dengan kasus ini. Kejadian ini ke depannya akan menjadi pelajaran dan perhatian serius bagi para pejabat Kepsek dan guru," ujarnya.

Disdikbud juga berencana memberikan arahan khusus bagi seluruh kepala sekolah di Kabupaten Tasikmalaya mengingat keseriusan kasus ini.
Korban Warga Tasikmalaya

Ketua UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas PPKBP3A Kota Tasikmalaya, Epi Mulyana, menjelaskan bahwa pihaknya mendapat laporan dari PPA Provinsi Jawa Barat terkait kasus pelecehan seksual dan kekerasan tersebut.

Kelima korban remaja putri yang dicabuli UR pada Kamis (11/12) malam itu seluruhnya merupakan warga Kota Tasikmalaya. Korban terdiri dari dua pelajar dan tiga anak yang sudah putus sekolah, dan semuanya berusia sekitar 14 tahun.

"Kejadian ini sangatlah miris karena pelaku maupun korban merupakan warga Kota Tasikmalaya," kata Epi. (AD/P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Aries
Berita Lainnya