Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten Kepulauan Meranti secara resmi menetapkan status Siaga Bencana Hidrometeorologi hingga 31 Desember 2025. Keputusan ini diambil sebagai respons cepat terhadap proyeksi cuaca ekstrem yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Analisis BMKG menunjukkan adanya potensi pembentukan badai siklon tropis yang dapat memicu cuaca ekstrem di wilayah Sumatra, termasuk Provinsi Riau.
Berdasarkan data dan analisis BMKG, Kepulauan Meranti dikategorikan sebagai daerah dengan kerawanan tinggi. Ancaman utama yang diwaspadai meliputi banjir rob, banjir permukiman, angin kencang, serta gelombang laut tinggi yang berisiko signifikan mengganggu aktivitas maritim dan keselamatan nelayan. Penetapan status siaga ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan seluruh elemen daerah.
Menyikapi situasi tersebut, Bupati Kepulauan Meranti Asmar langsung menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk memperketat langkah mitigasi bencana. Ia meminta BPBD agar berkolaborasi aktif dengan TNI-Polri, camat, hingga kepala desa untuk bergerak cepat ke lapangan. Tugas utama yang ditekankan adalah melakukan pemetaan akurat terhadap titik-titik rawan dan memberikan edukasi dini kepada masyarakat.
"Mitigasi harus diperketat, tidak boleh menunggu sampai bencana terjadi. Semua komponen daerah wajib bersiaga dan memastikan masyarakat memahami potensi ancaman yang ada," ucap Bupati Kepulauan Meranti Asmar, Sabtu (13/12).
Sejak pekan lalu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Meranti telah memulai pemetaan intensif di wilayah yang paling berpotensi terkena dampak. Daerah-daerah fokus pengawasan meliputi Kecamatan Tebing Tinggi, Tebing Tinggi Timur, dan Rangsang Barat. Sejumlah desa pesisir yang sebelumnya telah terdampak banjir rob juga kembali dimasukkan dalam daftar titik pengawasan utama.
Sebagai langkah kesiapsiagaan di lapangan, BPBD saat ini tengah menyiapkan sarana dan prasarana darurat. Persiapan tersebut mencakup penentuan lokasi evakuasi, jalur penyelamatan yang aman, serta skema penyaluran bantuan darurat jika kondisi cuaca memburuk. Koordinasi lintas sektor dengan Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas PUPR, dan pemerintah kecamatan juga terus diperkuat guna memastikan respons cepat dan terukur saat bencana terjadi.
Selain kesiapsiagaan pemerintah, Pemkab Meranti juga menyampaikan imbauan serius kepada warga pesisir, khususnya para nelayan. Mengingat potensi gelombang tinggi yang dapat muncul sewaktu-waktu, nelayan diminta untuk tidak memaksakan diri melaut apabila peringatan dini dikeluarkan oleh BMKG. Warga di daerah rawan banjir juga diminta menyiapkan kebutuhan penting dan dokumen pribadi untuk memudahkan proses evakuasi.
Melalui penetapan status siaga ini, Pemkab Kepulauan Meranti berharap adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat. Tujuannya adalah memperkuat kesiapsiagaan bersama dan meminimalkan risiko serta dampak yang mungkin ditimbulkan oleh cuaca ekstrem, sehingga Meranti mampu menghadapi potensi bencana dengan lebih aman dan terkendali.(M-2)
Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menetapkan siaga bencana hidrometeorologi. Penetapannya diberlakukan hingga 7 bulan ke depan terhitung Oktober 2025.
BMKG memperingatkan gelombang tinggi hingga 2,5 meter disertai hujan badai dan angin kencang di perairan Jawa Tengah, Minggu (1/2).
BMKG: cuaca ekstrem berpotensi di 24 daerah di akhir pekan ini terutama di daerah Pantura dan Jawa Tengah bagian tengah.
BPBD DKI Jakarta juga meminta masyarakat untuk secara aktif memantau perkembangan informasi kondisi gelombang dan pasang air laut melalui laman resmi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD DKI Jakarta mengimbau warga yang tinggal di kawasan pesisir Pantai Utara Jakarta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob.
Selain akibat naiknya permukaan air laut, banjir rob di di wilayah tersebut juga terjadi akibat curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem.
Bahaya yang mengintai tidak hanya air laut, tapi juga dampak ikutan seperti angin puting beliung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved