Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digulirkan terbukti memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pergerakan ekonomi di tingkat desa dan membuka peluang pasar baru yang masif, khususnya bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta sektor peternakan dan pertanian.
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Peternakan, Cecep Muhammad Wahyudin Kamis (12/12) memaparkan, bahwa dampak program ini luar biasa terhadap masyarakat, terutama bagi dunia usaha di tingkat lokal.
"Dari sebaran SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) di seluruh Indonesia yang hingga ke tingkat pedesaan, MBG itu menggerakkan ekonomi desa dengan luar biasa," ungkapnya.
Menurut Cecep, program MBG menciptakan captive market atau pasar eksklusif yang pasti bagi produsen lokal. Berdasarkan simulasi perhitungan, satu SPPG yang melayani rata-rata 4.000 orang per hari, dengan estimasi belanja per porsi Rp9.000, memiliki perputaran uang belanja harian baku sekitar Rp36 juta per hari.
"Ini captive market untuk masyarakat. Tentunya kita tidak bisa memenuhi semua ini dari kota. Tentu kita beli melalui pemasok di sekitar SPPG," terangnya.
DAMPAK POSITIF
Cecep menambahkan, saat ini sektor yang paling merasakan dampak positifnya adalah pertanian, dengan pertumbuhan yang cukup signifikan. Sementara untuk peternakan, Kadin Indonesia tengah mengambil langkah strategis. Hari ini yang paling dibutuhkan adalah telur dan ayam, diharapkan peternak rakyat atau peternak mandiri kembali bangkit.
Kadin Indonesia bersama Kementerian Pertanian dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, tengah bekerja sama mengembangkan Koperasi Desa Merah Putih untuk masuk ke industri peternakan, khususnya ayam petelur dan pedaging.
“Ini mungkin kesempatan yang bisa diambil tidak hanya oleh Kopdes Merah Putih tapi juga oleh UMKM, atau mungkin generasi muda yang tertarik di industri ini,” paparnya.
Selain itu kata Cecep, dampak sosial program ini juga sangat terasa, peluang kerja yang tercipta bagi masyarakat kecil. Untuk menjadi relawan di SPPG, bisa diterima bekerja tanpa harus dibebani latar belakang pendidikan. Biasanya relawan ini direkrut dari warga sekitar SPPG beroperasi mulai dari ibu-ibu hingga anak muda.
Kisah sukses datang dari Tino Rirantino, Mitra SPPG yang berlokasi di Desa Cibuntu, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar). Sejak menjadi mitra, SPPG di wilayahnya telah berhasil menciptakan lapangan kerja dan memberdayakan masyarakat dan pemuda setempat. "Kita memang diwajibkan (Badan Gizi Nasional) merekrut relawan dari lingkungan setempat," jelasnya.
Tino juga menerangkan, bahwa relawan dapur SPPG Cibuntu yang dikelolanya adalah mayoritas dari anak-anak muda. Dengan hadirnya SPPG di wilayah ini, kini mereka memiliki pendapatan yang lebih baik dibandingkan sebelumnya saat bekerja sebagai buruh bangunan di kota atau di perkebunan di Desa Cibuntu, Taraju, yang dirasa kurang menarik secara finansial.
GANDENG PETANI LOKAL
SPPG Cibuntu lanjut Tino, juga telah menjalin kerja sama erat dengan petani, pedagang pasar dan karang taruna setempat untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang kuat. Keberadaan SPPG bertujuan agar manfaatnya dirasakan oleh seluruh ekosistem di desa, bertindak sebagai pasar baru bagi petani. "Sampai sekarang 85% pemenuhan kebutuhan pangan itu dari sekitar wilayah SPPG," tandasnya.
Inisiatif ini kata Tino, mendorong perubahan pola tanam di daerah tersebut. Khusus untuk buah-buahan, yang sebelumnya masih didatangkan dari luar wilayah Taraju, kini petani lokal sudah mulai bekerja sama untuk menanam buah-buahan agar hasilnya dapat diserap langsung oleh SPPG di masa mendatang. SPPG ini jembatan yang sangat strategis sekali bagi mereka, pihaknya memfasilitasi dan alhamdulillah sampai hari ini SPPG Cibuntu dapat memberikan kontribusi positif.
Salah satu hal yang patut dicontoh dari SPPG Cibuntu, mereka juga turut menjalankan program CSR berupa penyaluran bantuan sarana dan prasarana sekolah bagi anak yatim dan yatim piatu di lingkungan sekolah. Ini menggambarkan manfaat MBG dan keberadaan SPPG di sebuah wilayah kini berubah menjadi denyut nadi sosial ekonomi yang penting bagi warga lokal di sekitarnya. (E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved