Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Cuaca Buruk dan MBG Picu Kenaikan Harga Pangan di Purwakarta

Reza Sunarya
12/12/2025 19:23
Cuaca Buruk dan MBG Picu Kenaikan Harga Pangan di Purwakarta
Penjual sayur mayur di Pasar Rebo Purwakarta(MI/Reza Sunarya)

Harga sejumlah komoditas pangan, terutama sayuran cabai, di pasar tradisional Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mengalami kenaikan drastis. Kenaikan ini dipicu oleh cuaca buruk yang mengganggu distribusi dan menjelang perayaan Natal 2025.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Purwakarta, Hariman Budi Anggoro, membenarkan bahwa cuaca buruk telah berdampak pada penurunan suplai, khususnya sayuran.

"Cuaca yang kurang bagus membuat suplainya menurun, terutama sayuran," kata Hariman, Jumat (12/12).

Kenaikan harga yang paling mencolok terjadi pada kelompok cabai, dengan harga per kilogram (kg) mengalami lonjakan signifikan. 

Cabai rawit naik dari Rp50 ribu menjadi Rp90 ribu. Cabai kriting naik dari Rp50 ribu menjadi Rp80 ribu. Cabai merah besar naik dari Rp30 ribu menjadi Rp60 ribu. Cabai hijau naik dari Rp40 ribu menjadi Rp70 ribu. Tomat naik dari Rp8 ribu menjadi Rp14 ribu.

Selain sayuran, harga ayam potong juga dilaporkan meningkat, yang ditindaklanjuti Pemkab Purwakarta dengan koordinasi bersama Dinas Peternakan untuk memastikan pasokan lokal.

Hariman juga menyinggung pengaruh program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPPG) terhadap kenaikan harga komoditas.

"Jelas berpengaruh. Permintaan dari MBG dan SPPPG ini tinggi. Ketika permintaan tinggi, harga ikut naik," ucapnya.

Meskipun demikian, Hariman optimistis suplai akan lebih stabil setelah Koperasi Merah Putih dan unit Dapur SPPPG di tiap desa berjalan optimal.

Dalam rangka menjaga stabilitas harga jelang Nataru, Pemkab Purwakarta bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat akan menggelar operasi pasar bersubsidi.

Operasi pasar ini dijadwalkan pada 17 Desember di Kecamatan Maniis, yang dipilih karena wilayah tersebut dinilai jauh dan pernah terdampak sebelumnya.

Empat komoditas utama akan dijual dengan harga yang jauh lebih murah, yakni beras, terigu, gula pasir, dan minyak goreng. Harga paket normal sebesar Rp96.700 akan disubsidi menjadi Rp40.000, yang diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat. (RZ/P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Aries
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik