Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Perbaiki Kualitas Demokrasi, KPU Klaten Gelar Pendidikan Pemilih Berkelanjutan

Djoko Sardjono
12/12/2025 19:20
Perbaiki Kualitas Demokrasi, KPU Klaten Gelar Pendidikan Pemilih Berkelanjutan
Sosialisasi pendidikan pemilih berkelanjutan diadakan di Gedung Sunan Pandanaran Klaten, Kamis (11/12).(MI/Djoko Sardjono)

 

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menggelar sosialisasi pendidikan pemilih berkelanjuan. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka perbaikan pelaksanaan pemilu dan pilkada yang akan datang.

Sosialisasi pendidikan pemilih berkelanjutan yang diadakan di Gedung Sunan Pandanaran Klaten, Kamis (11/12), diikuti pelajar, mahasiswa, guru, Karang Taruna, PKK, organisasi penyandang disabilitas, dan ormas Islam.

Ketua KPU Kabupaten Klaten, Primus Supriono, mengatakan bahwa partisipasi pemilih sudah tinggi (81,64%) pada Pilkada Klaten 2024. Daftar pemilih tetap (DPT) ada 973.342 orang dan yang menggunakan hak pilih 794.392 orang.

"Namun, sayang masih ada 43.655 surat suara (5,5%) tidak sah. Tingginya surat suara tidak sah menunjukkan tingkat partisipasi pemilih rendah. Ini perlu kita cermati untuk perbaikan pelaksanaan pilkada selanjutnya,” imbuhnya.

Faktor teknis penyebab tingginya surat suara tidak sah, antara lain desain surat suara (bentuk, ukuran, dan warna) kurang bersahabat, kualitas kertas mudah rusak, tata cara mencoblos rumit, dan minimnya alat bantu bagi pemilih kelompok rentan.

“Sedangkan faktor nonteknis penyebab banyaknya surat suara rusak pada pilkada 2024, adalah kurangnya literasi pemilih, kejenuhan pemilu dan pilkada dalam tahun yang sama, dan ekspresi protes politik,” ujar Primus.

Bupati Klaten diwakili Pj Sekda Jaka Purwanto yang hadir pada sosialisasi pendidikan pemilih berkelanjutan mengatakan, bahwa dalam pilkada sering ditemui surat suara tidak sah. Hal ini perlu diteliti apa penyebabnya.

CIPTAKAN PEMILIH CERDASN DAN KRITIS
Pendidikan pemilih berkelanjutan, seperti yang dilaksanakan KPU Klaten ini sangat dibutuhkan dan penting untuk menciptakan pemilih yang cerdas, kritis, dan berintegritas dalam upaya memperbaiki kualitas demokrasi.

Terkait tingginya surat suara tidak sah pada pemilu maupun pilkada, tentu kita tidak bisa saling menyalahkan. Karena itu, pemerintah daerah mendorong KPU untuk meningkatkan kegiatan pendidikan pemilih berkelanjutan.

“Pendidikan pemilih berkelanjutan ini strategis, terutama dalam upaya membentuk pemilih yang sadar akan peran dan tanggungjawabnya, sehingga menghasilkan pemimpin dan pemerintahan yang berkualitas,” ujarnya.

Bupati Klaten berharap kepada pelajar peserta pendidikan pemilih berkelanjutan untuk mengikuti pemaparan materi dari narasumber, sehingga pada pemilu atau pilkada nanti dapat menggunakan hak suaranya dengan baik.

Dalam sosialisasi pendidikan pemilih berkelanjutan, KPU Klaten menghadirkan tiga narasumber, yaitu Syamsuddin Asrofi (Ketua FKUB Klaten), Tri Mardiana (Akademisi STIA Madani), dan Lilik Yunanto (Badan Kesbangpol Klaten). (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya