Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Merespons kelangkaan beras dan krisis bahan pokok di Kabupaten Aceh Tengah, puluhan relawan gabungan dari Komunitas Land Rover Aceh, Double Cabin, dan Motor Trail menggelar operasi kemanusiaan. Mereka nekat menerobos jalur sulit Geumpang, Kabupaten Pidie–Pameue, Aceh Tengah, yang menjadi satu-satunya akses yang relatif bisa dilewati kendaraan.
Para relawan membawa total 15 ton beras dan bahan pokok lainnya untuk warga di dataran tinggi Tanah Gayo yang terdampak bencana banjir.
Jalur yang ditempuh mencapai 300 kilometer dari Banda Aceh. Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, pada Jumat (12/12), lokasi pertama yang dituju adalah 16 desa di Kecamatan Rusip Antara, di mana 11 desa di antaranya masih terisolasi total.
"Walaupun harus menempuh hampir 300 kilometer dari Banda Aceh ke pos utama Desa Rusip. Perjalanan yang sebagiannya harus menerobos jalur sangat sulit terhalang longsor serta lereng pegunungan," tutur Haditiyo, relawan dari Komunitas Land Rover Aceh.
Haditiyo menambahkan, di beberapa titik paling parah, ratusan karung beras ukuran 5 kg terpaksa harus dipindahkan menggunakan alat berat (becho) karena jalan yang ambles dan berlumpur.
Relawan gabungan, yang terdiri dari alumni ITS, Basarnas, dan dibantu TNI/Polri serta masyarakat umum, menyalurkan beras ukuran 5 kg untuk ratusan keluarga yang mengalami krisis bahan pokok berhari-hari akibat terisolasi banjir.
Setelah menyalurkan bantuan di Rusip Antara, tim relawan bergerak menuju Kecamatan Silih Nara. Sebelumnya, kelangkaan beras dan krisis bahan pokok lainnya diketahui terjadi secara umum di Rusip Antara, Silih Nara, hingga Aceh Tengah.
"Ini benar-benar pekerjaan kemanusiaan yang terkoordinir dadakan lintas komunitas. Semoga kebutuhan masyarakat untuk posisi emergency, khususnya makanan bisa segera diterima," tutup Haditiyo. (MR/P-5)
Tidak ada lagi seragam sekolah yang tersisa di Jamat. Siswa mengenakan pakaian warna-warni seadanya hasil pemberian donatur.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November lalu meninggalkan dampak serius bagi petani, pekebun, dan petambak.
Keterisolasian ini memaksa harga durian di tingkat petani terjun bebas. Durian ukuran sedang yang biasanya dihargai Rp8.000 per buah, kini hanya bernilai Rp2.500 per buah.
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan masih ada siswa korban bencana banjir Aceh yang belajar di tenda pengungsian.
Menariknya di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh sekarang lahir ide baru dan patut diacungkan jempol. Ini bisa jadi inovasi untuk menyikapi dunia pendidikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved