Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBANGUNAN gedung baru Pondok Pesantren Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, resmi mulai dikerjakan, Kamis (11/12). Groundbreaking Ponpes Al Khoziny dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar.
Ponpes Al Khoziny yang baru ini dibangun di atas lahan seluas 3.700 meter persegi. Lokasinya berada di Jalan Siwalan Panji II Kecamatan Buduran, Sidoarjo, berjarak hanya ratusan meter dari bangunan ponpes yang lama.
Pembangunan Ponpes Al Khoziny baru ini, menggunakan dana APBN 2025-2026 senilai lebih dari Rp125 miliar. Pengerjaannya diproyeksikan memerlukan waktu 210 hari, sehingga ditarget selesai pertengahan tahun 2026 mendatang antara bulan Juni atau Juli.
Groundbreaking Ponpes Al Khoziny dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar. Muhaimin didampingi pengasuh Ponpes Al Khoziny KH Abdussalam Mujib, serta Bupati Sidoarjo Subandi.
Groundbreaking Ponpes Al Khoziny juga dihadiri perwakilan dari kementerian lain. Seperti Kementerian PUPR, Kementerian Agama, Kementerian ATR/Agraria dan Kementerian Dalam Negeri.
Muhaimin dalam sambutannya menegaskan, peletakan batu pertama ini bukan sekadar seremoni. Melainkan momentum untuk memperkuat gotong royong dalam memajukan sistem pendidikan pesantren di Indonesia.
"Tidak ada kata lain kecuali rasa syukur. Hari ini menjadi momentum untuk kita semua, pemerintah, pengasuh, lembaga pendidikan, untuk bahu-membahu agar pesantren semakin nyaman dan aman bagi para santri,” kata Muhaimin.
Muhaimin menyebut Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap Al-Khoziny pascamusibah yang terjadi beberapa waktu lalu. Menurutnya, presiden memerintahkan langkah cepat untuk memastikan pembangunan pesantren berjalan maksimal.
“Pak Presiden ingin hadir, tetapi karena kesibukan beliau menugaskan saya. Beliau punya komitmen penuh terhadap masa depan pesantren karena sejarah panjang kontribusi pesantren bagi bangsa sejak sebelum kemerdekaan,” ujar Muhaimin.
Muhaimin juga menyinggung pentingnya peningkatan sarana prasarana pesantren, termasuk standar fasilitas dasar bagi santri.
“Yang benar itu satu kamar mandi maksimal untuk jumlah santri tertentu. Kalau belum mampu, disabari dulu, tetapi kita harus terus memperbaiki. Semoga saya dan Pak Prabowo dapat memaksimalkan infrastruktur pesantren di seluruh Indonesia,” kata Muhaimin.
Pengasuh Ponpes Al Khoziny KH Abdussalam Mujib menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas perhatian pemerintah terhadap pesantren yang selama ini menjadi pusat pendidikan dan pembentukan karakter generasi bangsa.
“Kami mengucapkan ahlan wa sahlan kepada Bapak Menteri. Mudah-mudahan langkah pemerintah dalam membangun ulang pesantren kami diridai Allah SWT dan diberkahi,” kata KH Abdussalam Mujib.
KH Abdussalam juga menyinggung musibah di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di Sumatra dan Aceh. Dia menyampaikan rasa terima kasih karena pemerintah tetap memberikan perhatian besar bagi Al Khoziny meski musibah di tempat lain jauh lebih besar.
“Kami tidak bisa membalas apa pun. Semoga pemerintah selalu diberi pertolongan Allah SWT dalam menjalankan roda pemerintahan,” katanya.
Abdussalam menegaskan, pesantren sejak dulu berperan besar dalam perjuangan bangsa dan hingga kini terus mencetak generasi ulama sekaligus pemimpin umat.
“Presiden memahami betul sejarah itu. Pesantren bukan hanya menyiapkan ilmu, tetapi juga kepemimpinan. Maka perhatian beliau kepada pesantren sangat tinggi,” kata Abdussalam Mujib.
Abdussalam menambahkan, pendidikan pesantren bersifat komprehensif, menyiapkan santri menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai keilmuan dan spiritual.
Pembangunan ulang Ponpes Al-Khoziny diharapkan menjadi tonggak baru bagi penguatan pendidikan pesantren di Sidoarjo dan Jawa Timur, sekaligus simbol sinergi pemerintah dan masyarakat dalam memajukan lembaga pendidikan keagamaan.
Seperti diketahui terjadi musibah robohnya musala Ponpes Al Khoziny, pada 29 September 2025 lalu. Peristiwa tersebut mengakibatkan 63 korban kehilangan nyawa. (HS/E-4)
PEMERINTAH memulai pembangunan ulang pondok pesantren Al Khoziny Sidoarjo, Jawa Timur, yang sempat ambruk pada September 2025 lalu.
PELETAKAN batu pertama rekonstruksi Pesantren Al-Khoziny menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola, kualitas pendidikan, sarana dan prasarana serta integritas lembaga.
Ia menilai bahwa praktik tersebut tidak bisa dibiarkan dengan alasan tradisi atau kebersamaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved