Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Jelang Nataru, Harga Kebutuhan Bumbu Dapur dan Bahan Pokok Merangkak Naik

Kristiadi
10/12/2025 20:48
Jelang Nataru, Harga Kebutuhan Bumbu Dapur dan Bahan Pokok Merangkak Naik
Jelang Natal dan tahun baru, kebutuhan bumbu dapur merangkak naik dan terjadi pada bawang merah, cabai merah, telur, minyak goreng, sayuran di sejumlah pasar tradisional.(MI/Kristiadi)

Jelang Natal dan tahun baru, kebutuhan bumbu dapur merangkak naik dan terjadi pada bawang merah, cabai merah, telur, minyak goreng, sayuran di sejumlah pasar tradisional di Tasikmalaya. Kenaikan tersebut, disebabkan banyak lahan belum panen dan yang lainnya terdampak banjir.

"Kami kaget harga bawang merah sekarang di pasaran menembus angka Rp 45 ribu perkg, telur Rp 31 ribu, cabai merah Rp 80 ribu perkg dan minyak goreng Rp 18 ribu perliter serta minyak curah Rp 20 perkg. Kenaikan bumbu dapur yang terjadi setiap kios, banyak dikeluhkan pembeli lantaran harganya sangat tinggi," kata, Dara, 40, warfa Indihiang, Rabu (10/12/2025).

Dara mengatakan, kenaikan bumbu dapur yang terjadi di setiap pedagang membuat banyak konsumen harus mengurangi pembelian dari biasanya bawang merah 1 kg menjadi 1 ons, telur 1/5 kg, cabai merah  1 ons, dan minyak curah 1/5 kg. Karena, minyak curah memang harganya selama ini belum ada penurunan termasuk minyakkita harganya Rp 18 ribu perliter.

"Harga kebutuhan yang terjadi membuat masyarakat kebingungan apalagi harga beras kualitas premium kualitas seharga Rp 13 ribu, kualitas super Rp 14 ribu perkg, minyakkita Rp 18 ribu perliter dan gula pasir Rp 18 ribu perkg. Kenaikan tersebut, menjadi beban masyarakat apalagi akan menghadapi natal dan tahun baru," ujarnya.

Sementara itu, pedagang sayuran, Dadang, mengatakan, kenaikan bawang merah, cabai yang terjadi selama ini disebabkan karena cuaca ekstrem dan beberapa petani harus menunda masa panen termasuk ada lahan tergenang banjir hingga tertimbun longsor. Namun, kenaikan bawang merah dan cabai merah membuat sejumlah pasar untuk pasokan makin menipis.

"Kami mendapat pasokan bawang merah dari luar daerah biasanya 1 kwintal, tetapi untuk sekarang ini hanya dapat kiriman 100 kg dan dengan pengiriman terbatas dan membuat harga di pasaran merangkak naik. Akan tetapi, saat ini untuk permintaan masyarakat tinggi, banyak petani malah menunda masa panen mengingat curah hujan masih tinggi," paparnya.

Semetara, pedagang telur pasar Pancasila, Dodi mengatakan, harga kebutuhan telur sekarang merangkak naik lantaran banyak dapur SPPG di wilayahnya digunakan untuk makan bergizi gratis (MBG) hingga mereka membeli langsung ke distributor membuat pasokan ke pasar berkurang dan harganya merangkak naik menjadi Rp 31 ribu perkg. Namun, banyak pedagang pasar selama ini mengeluhkan atas sistem tersebut hingga dampaknya kepada masyarakat.

"Kami meminta agar semua dapur SPPG membeli kebutuhan telur, daging ayam, sayuran, bawang merah, putih, minyak goreng dan beras dilakukan di setiap pasar tradisional. Karena, kenaikan kebutuhan ini sangat berimbas kepada masyarakat luas tidak hanya di wilayah Tasikmalaya tapi daerah lain dengan kenaikan harga tersebut," pungkasnya. (H-1)


 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya