Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Deforestasi Gunung Sanggabuana Mengkhawatirkan

Reza Sunarya
10/12/2025 20:10
Deforestasi Gunung Sanggabuana Mengkhawatirkan
Kelak BPBD Kabupaten Purwakarta Heryadi Erlan(BPBD Purwakarta)

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purwakarta, Heryadi Erlan, menyatakan bahwa berkurangnya tutupan hutan secara signifikan (deforestasi) di kawasan Gunung Sanggabuana mulai mengkhawatirkan dan berpotensi memicu risiko bencana alam berskala besar. Dampak kerusakan ini diperkirakan dapat dirasakan hingga ke empat kabupaten.

Ancaman ini mencuat setelah Sanggabuana Wildlife Ranger mengunggah peringatan dini melalui citra satelit yang menunjukkan kerusakan kawasan hutan. Secara administratif, sebagian besar Sanggabuana memang masuk wilayah Karawang.

"Dampaknya bisa sangat terasa hingga ke wilayah Purwakarta, karena area Sanggabuana berbatasan dengan Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta," kata Heryadi Erlan, Rabu (10/12).

Deforestasi di Sanggabuana berpotensi menjadi pemicu banjir, tanah longsor, hingga pergerakan tanah. Dampak buruknya diperkirakan dapat dirasakan oleh empat kabupaten, yaitu Karawang,

Menurut Erlan, bencana alam di Kabupaten Purwakarta didominasi oleh longsor dan pergerakan tanah. Kondisi ini diperparah mengingat Sanggabuana berbatasan langsung dengan Kecamatan Sukasari.

Selain Sanggabuana, BPBD Purwakarta juga memberikan perhatian khusus pada kawasan Pegunungan Burangrang. Kedua area ini merupakan daerah tinggi yang sangat sensitif terhadap perubahan cuaca dan aktivitas alam.

"Karena berada di daerah tinggi, hal (bencana) ini bisa saja terjadi, tinggal pemicunya. Kita berharap dijauhkan dari bencana, tetapi kewaspadaan tetap harus ditingkatkan," ungkap Erlan.

Meskipun BPBD belum memiliki data rinci mengenai tingkat deforestasi serta besaran potensi bencana yang ditimbulkan, mereka meminta masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, mulai dari menambah pengetahuan kebencanaan, menyiapkan jalur evakuasi, hingga menyediakan tas siaga bencana.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Aries
Berita Lainnya