Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purwakarta, Heryadi Erlan, menyatakan bahwa berkurangnya tutupan hutan secara signifikan (deforestasi) di kawasan Gunung Sanggabuana mulai mengkhawatirkan dan berpotensi memicu risiko bencana alam berskala besar. Dampak kerusakan ini diperkirakan dapat dirasakan hingga ke empat kabupaten.
Ancaman ini mencuat setelah Sanggabuana Wildlife Ranger mengunggah peringatan dini melalui citra satelit yang menunjukkan kerusakan kawasan hutan. Secara administratif, sebagian besar Sanggabuana memang masuk wilayah Karawang.
"Dampaknya bisa sangat terasa hingga ke wilayah Purwakarta, karena area Sanggabuana berbatasan dengan Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta," kata Heryadi Erlan, Rabu (10/12).
Menurut Erlan, bencana alam di Kabupaten Purwakarta didominasi oleh longsor dan pergerakan tanah. Kondisi ini diperparah mengingat Sanggabuana berbatasan langsung dengan Kecamatan Sukasari.
Selain Sanggabuana, BPBD Purwakarta juga memberikan perhatian khusus pada kawasan Pegunungan Burangrang. Kedua area ini merupakan daerah tinggi yang sangat sensitif terhadap perubahan cuaca dan aktivitas alam.
"Karena berada di daerah tinggi, hal (bencana) ini bisa saja terjadi, tinggal pemicunya. Kita berharap dijauhkan dari bencana, tetapi kewaspadaan tetap harus ditingkatkan," ungkap Erlan.
Meskipun BPBD belum memiliki data rinci mengenai tingkat deforestasi serta besaran potensi bencana yang ditimbulkan, mereka meminta masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, mulai dari menambah pengetahuan kebencanaan, menyiapkan jalur evakuasi, hingga menyediakan tas siaga bencana.
MENTERI Kehutanan Raja Juli Antoni menyebut hingga September 2025, deforestasi Indonesia menurun sebesar 49.766 hektare jika dibandingkan tahun 2024, atau menurun 23,01 persen.
Untuk menekan angka deforestasi, Kementerian Kehutanan telah melaksanakan upaya reforestasi melalui Rehabilitasi Hutan dan Lahan seluas 217,9 ribu hektare pada tahun 2024
BENCANA ekologis yang semakin besar membayangi rencana pemerintah membuka lahan 20 juta hektare hutan untuk alasan pangan dan energi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved