Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Ratusan Warga Samin Kendeng Tangisi Aktivis Gunretno Jalani Pemeriksaan di Polda Jateng

Akhmad Safuan
04/12/2025 13:05
Ratusan Warga Samin Kendeng Tangisi Aktivis Gunretno Jalani Pemeriksaan di Polda Jateng
Aktivisa dan tokoh Samin, Gunretno, memeluk salah seorang warga Samin Pegunungan Kendeng, sebelum menjalani pemeriksaan di Polda Jateng, Kamis (4/12/2025).(Dok. Istimewa)

RATUSAN warga Sedulur Sikep (Samin) dari Pegunungan Kendeng mendatangi Kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah Kamis (4/12). Berpakaian hitam-hitam, warga Samin memberikan dukungan kepada aktivitas lingkungan dan tokoh Samin Gunretno yang sedang diperiksa penyidik.

 

Ratusan warga Samin Pegunungan Kendeng datang ke kantor Direskrimsus Polda Jateng, Kota Semarang, dengan menggunakan 4 bus dan 2 kendaraan pribadi. Kedatangan warga Samin bertepatan dengan Gunretno yang baru akan masuk menjalani pemeriksaan. Gunretno pun kembali keluar menemui dan berusaha memenangkan warga yang ingin ikut masuk ke dalam kantor.

 

"Tidak apa-apa, pak polisi mesti mendengarkan seluruhnya, jadi, kalian yang tenang dan tidak usah gimana-gimana, kalau hujan berteduh," kata Gunretno sembari memeluk warganya yang terlihat menangis sesenggukan. Gunretno juga mengenakan pakaian khas warna hitam dan ikat kepala.

 

Setelah situasi tenang dan ratusan warga Samin Pegunungan Kendeng Pati duduk di depan gerbang Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah, Gunretno masuk ke ruang pemeriksaan.

 

Gunretno memenuhi panggilan polisi atas laporan pengusaha tambang galian C, Didik Setyo Utomo. Didik merupakan pemilik tambang di wilayah Gadudero, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati. Didik menuduh Gunretno menghalangi aktivitas tambang di Pegunungan Kendeng.

 

Gunretno mengaku siap dan tidak gentar menghadapi segala bentuk pengerusakan Pegunungan Kendeng. Sebelum dilaporkan polisi, Gunretno mengaku sudah berusaha untuk mencari kebenaran terkait tambang perizinan tambang milik Didik ke Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah. "Kami menanyakan ke ESDM terkait 17 titik tambang yang diklsin 4 titik sudah berizin tetapi belum mendapatisn dokumen perizinan itu," tambahnya.

 

Tambang di Pegunungan Kendeng, ungkap Gunretno, telah merusak alam sehingga dikhawatirkan menimbulkan bencana hidrometeorologi, seperti bencana banjir bandang di Aceh dan Sumatra. (M-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Bintang Krisanti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik