Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Mampu Panen 4 Kali dalam 14 Bulan, Petani Sukoharjo Bakal Dapat Bantuan Berlimpah

Widjajadi
01/12/2025 22:11
Mampu Panen 4 Kali dalam 14 Bulan, Petani Sukoharjo Bakal Dapat Bantuan Berlimpah
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono melakukan panen raya musim tanam (MT) di sawah Desa Joho, Mojolaban, Sukoharjo.(MI/Widjajadi)

KEMENTERIAN Pertanian menjanjikan bantuan bibit dan peralatan pertanian yang melimpah, jika petani  bisa meningkatkan pengelolaan pertanian padi, yang bisa dipanen 4 kali dalam 14 bulan. Tapi jika gagal, berbagai bantuan akan ditarik lagi.

"Semua akan dicukupi pemerintah pusat, mulai dari alat dan benih. Tetapi kalau tidak bisa ya diminta lagi. Jadi harus bisa dibuktikan. Pemerintah mulai tahun depan akan mengecek terkait peningkatan indeks pertanaman yang bisa panen 4 kali dalam 14 bulan, " kata Wakil Menteri Pertanian Sudaryono usai melakukan panen raya musim tanam (MT) terakhir di sawah Desa Joho, Mojolaban, Sukoharjo, Senin (1/12).

Dia menegaskan, janji Presiden Prabowo Subianto untuk mencukupi kebutuhan besar petani di dalam mengelola tanaman pangan, adalah menjadi prioritas utama pemerintah yang mentargetkan terealisasinya swasembada pangan tanpa impor, tidak hanya untuk padi, tetapi juga jagung dan tebu.

Salah satu langkah kunci pemerintahan Prabowo menuju lompatan produksi pertanian pangan nasional, ditunjukkan dengan menerbitkan 19 regulasi baru, baik berupa Instruksi Presiden (Inpres) dan juga PP (Peraturan Pemerintah) dan peraturan lain yang mendukung tata kelola pertanian yang semakin berdaya di tangan petani.

Selain menyederhanakan tata kelola pupuk subsidi yang memudahkan petani di dalam mendapatkan vitamin tanaman pangan itu dan percetakan sawah baru untuk menggantikan sawah yang hilang dan tidak produktif lagi, maka  langkah strategis lain yang ditempuh  kepala negara, adalah merubah sistem pengelolaan irigasi nasional, yang menghilangkan sekat kewenangan.

Perubahan signifikan dengan mengambil alih tanggungjawab itu, adalah bahwa pemerintah akan memperbaiki 80 ribu jaringan irigasi yang rusak. Pada pemerintahan sebelumnya, adalah pemerintah membangun bendungan, gubernur membangun saluran irigasi primer dan bupati membenahi irigasi sekunder.

"Pada masa lalu, jika saluran irigasi rusak, dan gubernur tidak lagi memiliki anggarab, pemerintah pusat tidak bisa serta merta memperbaiki. Tetapi dengan Inpres tanpa sekat, Presiden Prabowo menegaskan akan memperbaiki 80 ribu jaringan irigasi (yang rusak )," tegas dia.

Karena itu, petani dan juga Pemda sekarang bisa melaporkan jika ada jaringan irigasi yang rusak. "Jika ada yang rusak, petani bisa melaporkan ke Dinas (Pertanian) yang akan membawa laporan ke Kementerian Pertanian. Sukoharjo  pertaniannya bagus, pasti cepat diperbaiki," tukas Sudaryono yang disambut ratusan petani dari berbagai gapoktan yang hadir dalam panen raya di Desa Joho.

Banyak yang diungkap orang kedua di Kementan itu, tentang sejumlah kebijakan untuk penguatan swasembada pangan. Bahkan ketika dalam dialog petani minta peta jalan panen, Wamentan dengan sigap menjawab tantangan tersebut, dengan catatan bisa membuktikan panen 4 kali dalam 14 bulan.

"Tunjukkan konkrit peningkatan indeks penanaman 4 kali dalam 14 bulan, maka peta jalan panen yang bagus akan dibuatkan pemerintah," tandas Wamentan Sudaryono menjawab aspirasi kelompok tani Desa Joho.

MAKIN DILIRIK
Sementara itu, Bupati Sukoharjo Etik Suryani mengatakan, padi premium dari Sukoharjo kini semakin dilirik daerah lain, dan kontribusi pangan untuk Jawa Tengah juga semakin mantap, seiring hasil surplus panen setiap tahun.
 
Dengan ketersediaan lahan sawah seluas 20 ribu hektar lebih,  kabupaten Sukoharjo masih mampu menpertahankan produktivitas panen 70,45 kuintal per hektar atau 7 ton lebih per hektar, sehingga pada 2024 masih bisa surplus sekitar 120 ribu ton dari produksi total yang mencapai kisaran 345 ribu ton.

Saat ini, petani milenial di Sukoharjo juga kembali tertarik untuk ikut mengelola tanaman, sehingga sinergitas kaum tua dan muda akan semakin meningkatkan pengelokaan tanaman pangan kedepan. Sukoharjo pun meminta tambahan bantyan 2 drone, dari tiga drone pertanian yang sudah dimiliki Dinas Pertanian setempat. (E-2)

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya