Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
BENCANA alam banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menelan korban ratusan jiwa. Hingga Senin (1/12) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, sedikitnya 442 jiwa dikabarkan meninggal dan 402 orang dinyatakan hilang dalam peristiwa itu.
Untuk membantu para korban, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyalurkan bantuan keuangan tanggap darurat senilai Rp1,5 miliar.
Bantuan tersebut disalurkan masing-masing Rp500 juta kepada Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui skema Bantuan Keuangan Khusus Tanggap Darurat.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyebutkan, bantuan itu merupakan wujud perhatian dan empati Pemprov Sulsel terhadap saudara setanah air yang tengah menghadapi bencana hidrometeorologi.
“Bantuan ini adalah bentuk simpati dan dukungan kami. Semoga dapat meringankan beban saudara kita yang terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumut dan Sumbar,” ujar Sudirman dalam keterangannya.
Sekadar diketahui, penyaluran bantuan dilakukan hari ini, dan langsung dikirim ke masing-masing pemerintah provinsi di Sumatera agar dapat segera dimanfaatkan untuk percepatan penanganan darurat serta membantu pemulihan awal di lokasi bencana.
Pemprov Sulsel juga menyampaikan harapan agar kondisi di wilayah terdampak segera pulih dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman. (H-2)
Perpanjangan dilakukan karena masih adanya wilayah terdampak banjir serta tingginya potensi bencana susulan.
PEMERINTAH menyatakan, penanganan bencana Sumatra menunjukkan kemajuan signifikan dengan semakin banyak daerah beralih dari fase tanggap darurat ke tahap transisi.
Pendekatan psikososial juga dilakukan melalui pendampingan dan komunikasi empatik untuk membantu masyarakat menghadapi tekanan mental akibat bencana.
MENTERI Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) memastikan pemerintah tengah menyiapkan agenda penanganan pascabencana di Sumatra.
Kunjungan kerja luar negeri yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto ke Pakistan dan Rusia disebut sebagai tindakan inkonsisten dari Kepala Negara.
Siklon tropis baru-baru ini adalah pengingat bahwa Indonesia perlu memastikan ketangguhan infrastruktur, tata ruang, dan protokol tanggap darurat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved