Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Jawa Tengah berencana mengembalikan program enam hari sekolah. Kajian pelaksanaan telah selesai dan segera disosialisasikan, namun rencana tersebut ditentang Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan orangtua.
"Program kembali sekolah akan menambah beban pada guru dan sia-sia, karena meskipun jam pulang siswa lebih pendek tetapi guru tetap pulang sore," ujar Handayani, seorang guru SMA di Demak.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Ragil, 50, orang tua siswa SMKN di Kota Semarang. Ia menilai program enam hari sekolah justru akan memberikan kesempatan siswa untuk bermain setelah pulang sekolah, karena pada umumnya orangtua bekerja hingga sore. Anak yang sudah pulang di siang hari akan memiliki kesempatan bermain atau nongkrong tanpa pengawasan.
Ketua PGRI Jawa Tengah Muhdi mengatakan program kembali enam hari sekolah merupakan jalan mundur. Ia menilai tidak ada alasan yang cukup untuk mengubah program yang sudah jalan. Ia juga mengingatkan alasan pemerintah dahulu saat memberlakukan 5 hari sekolah demi kebersamaan anak dengan orangtua.
"Kalau tujuan 6 hari sekolah agar siswa diawasi, tugas pendidikan anak tidak hanya oleh guru, tetapi orangtua juga punya tanggung jawab pendidikan anaknya, sehingga jangan lalu kita bolak-balik," ujar Muhdi.
"Ritme lima hari sekolah memberikan ruang bagi keluarga untuk menjaga hidup yang seimbang baik bagi orangtua siswa maupun guru juga orangtua butuh dua hari untuk berkumpul dengan keluarga," tambahnya.
Kajian Rampung
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, secara terpisah Senin (24/11), saat berada di Gedung DPRD Jawa Tengah mengatakan bahwa kajian program kembali enam hari sekolah sudah rampung dan hasil kajian tersebut segera disosialisasikan kepada masyarakat.
Kajian enam hari sekolah tersebut, menurut Taj Yasin Maimoen, dilakukan dengan melibatkan sejumlah perguruan tinggi di Jawa Tengah. Salah satu alasan munculnya wacana kembali ke enam hari sekolah adalah kesenjangan aktivitas antara siswa dan orangtua pada hari Sabtu, yakni saat murid libur sebagian besar orang tua tetap bekerja sehingga pengawasan minim.
Minimnya pengawasan orang tua, lanjut Taj Yasin Maimoen, membuat banyak anak nongkrong, bermain gawai. “Hingga muncul masalah seperti judi online dan gim online. Ini meresahkan kita semua,” katanya. (M-1)
Calon wakil gubernur Jawa Tengah nomor urut 2 Taj Yasin Maimoen bersama nelayan Desa Karangmangu Sarang, Rembang, mengadakan Jagong Bersama sekaligus makan bubur petis, khas Sarang.
Kata Gus Yasin, setelah debat pertama pihaknya banyak turun ke masyarakat untuk mendengarkan aspirasi.
"Deal kula kalih pak Luthfi hanya satu. Yaitu pendidikan dan keagamaan yang di dalamnya ada kiai santri," kata Gus Yasin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved