Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Sejumlah Orangtua dan Guru Menentang Rencana Program 6 Hari Sekolah di Jateng

Akhmad Safuan
24/11/2025 17:59
Sejumlah Orangtua dan Guru Menentang Rencana Program 6 Hari Sekolah di Jateng
Siswa sebuah sekolah di Jawa Tengah mengikuti upacara.(Dok. Istimewa)

PEMERINTAH Jawa Tengah berencana mengembalikan program enam hari sekolah. Kajian pelaksanaan telah selesai dan segera disosialisasikan, namun rencana tersebut ditentang Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan orangtua.

 

"Program kembali sekolah akan menambah beban pada guru dan sia-sia, karena meskipun jam pulang siswa lebih pendek tetapi guru tetap pulang sore," ujar Handayani, seorang guru SMA di Demak.

 

Hal serupa juga diungkapkan oleh Ragil, 50, orang tua siswa SMKN di Kota Semarang. Ia menilai program enam hari sekolah justru akan memberikan kesempatan siswa untuk bermain setelah pulang sekolah, karena pada umumnya orangtua bekerja hingga sore. Anak yang sudah pulang di siang hari akan memiliki kesempatan bermain atau nongkrong tanpa pengawasan.

 

Ketua PGRI Jawa Tengah Muhdi mengatakan program kembali enam hari sekolah merupakan jalan mundur. Ia menilai tidak ada alasan yang cukup untuk mengubah program yang sudah jalan. Ia juga mengingatkan alasan pemerintah dahulu saat memberlakukan 5 hari sekolah demi kebersamaan anak dengan orangtua.

 

"Kalau tujuan 6 hari sekolah agar siswa diawasi, tugas pendidikan anak tidak hanya oleh guru, tetapi orangtua juga punya tanggung jawab pendidikan anaknya, sehingga jangan lalu kita bolak-balik," ujar Muhdi.

 

"Ritme lima hari sekolah memberikan ruang bagi keluarga untuk menjaga hidup yang seimbang baik bagi orangtua siswa maupun guru juga orangtua butuh dua hari untuk berkumpul dengan keluarga," tambahnya.

 

Kajian Rampung

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, secara terpisah Senin (24/11), saat berada di Gedung DPRD Jawa Tengah mengatakan bahwa kajian program kembali enam hari sekolah sudah rampung dan hasil kajian tersebut segera disosialisasikan kepada masyarakat.

 

Kajian enam hari sekolah tersebut, menurut Taj Yasin Maimoen, dilakukan dengan melibatkan sejumlah perguruan tinggi di Jawa Tengah. Salah satu alasan munculnya wacana kembali ke enam hari sekolah adalah kesenjangan aktivitas antara siswa dan orangtua pada hari Sabtu, yakni saat murid libur sebagian besar orang tua tetap bekerja sehingga pengawasan minim.

 

Minimnya pengawasan orang tua, lanjut Taj Yasin Maimoen, membuat banyak anak nongkrong, bermain gawai. “Hingga muncul masalah seperti judi online dan gim online. Ini meresahkan kita semua,” katanya. (M-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Bintang Krisanti
Berita Lainnya