Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MNJELANG akhir tahun, Wida Agung Group kembali menggarap segmen yang paling sensitif terhadap harga, yaitu pembeli rumah pertama. Melalui peluncuran Widari Residence di Legok, Tangerang, pengembang ini mencoba merebut ceruk pasar yang terus membesar tetapi kerap terbentur harga rumah yang melaju lebih cepat dari daya beli.
Direktur Wida Agung Group Teddy Widjaja mengatakan kawasan Legok menunjukkan permintaan yang konsisten. Karena itu pengembang menyiapkan perluasan lahan hingga 25 hektare yang terintegrasi dengan Widari Village.
"Produk baru ini sebuah Mega Cluster bernama Widari Residence yang saat ini mulai dipasarkan dan pada tahap awal akan terdiri dari 500 unit rumah," ujarnya melalui keterangannya, Sabtu (22/11).
Teddy menekankan, banyak pencari rumah pertama mencari hunian terjangkau tanpa harus berkompromi dengan kualitas.
"Widari Residence dengan tagline #RumahPertamaMu merupakan sebuah opsi terbaik bagi para konsumen yang ingin memiliki rumah pertama dengan standar kualitas terbaik," katanya.
Unit dua lantai yang dipasarkan mulai dari Rp400 jutaan, menawarkan dua kamar tidur dan dua kamar mandi, format yang jarang muncul di harga tersebut.
Project Consultant Widari Village Rita Megawati menyebutkan, daya tarik utama proyek ini ada pada kombinasi harga dan fitur.
"Rumah Widari Residence diluncurkan dengan harga yang sangat terjangkau di 400 jutaan bahkan saat ini dengan promo menarik tanda jadi, Down Payment dan cicilan KPR semuanya hanya di 3 jutaan/bulan," tuturnya.
Rumah berukuran 4×10 dan 5×10 itu sudah dilengkapi smart door lock, kanopi gratis, dan jaringan listrik bawah tanah.
Rita menambahkan, pengembang tetap mempertahankan standar bangunan yang lebih tinggi dibanding kompetitor di kelasnya. "Selain itu melengkapi kawasannya dengan fasilitas kawasan seperti pasar, area komersial, Widari Plaza hingga danau buatan," ujarnya.
Dari sisi investasi, Wida Agung Group menilai Legok sedang berada di fase percepatan nilai tanah. Direktur Wida Agung Group lainnya Anton Sugianta memberi contoh, rumah Widari Village yang dijual Rp400 jutaan pada 2021 kini berada di kisaran Rp600 jutaan.
"Dengan berkembangnya infrastruktur di kawasan Legok membuat peluang kenaikan nilai investasi akan terus berlanjut," jelasnya.
Lokasi Widari Village diapit akses penting, termasuk tol Serpong-Balaraja dan stasiun Parung Panjang yang berjarak sekitar 10 menit. Anton menegaskan bahwa kawasan ini juga menjadi alternatif terdekat menuju koridor Serpong, termasuk Gading Serpong dan BSD City.
Rosan Perkasa Roeslani menargetkan investasi hingga Rp13.032 triliun atau sekitar US$869 miliar dalam 5 tahun ke depan. Itu dinilai terlalu optimistis.
Investasi asing di sektor properti Bali menunjukkan lonjakan tajam sejak beberapa tahun terakhir. Data terbaru mencatat kenaikan minat investor mancanegara hingga 85%
Penambahan fasilitas di kawasan hunian modern terbukti menjadi faktor penting yang mendorong meningkatnya traffic pengunjung sekaligus mendongkrak nilai investasi properti.
Industri keramik nasional tengah melaju agresif memasuki fase ekspansi besar dengan nilai investasi mencapai Rp9 triliun hingga 2027. N
Dalam dua tahun terakhir, investasi di Kabupaten Cianjur tercatat melebihi dari target yang sudah ditetapkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved