Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi El Tari Kupang mengonfirmasi bahwa Bibit Siklon Tropis 97S telah berkembang menjadi Siklon Tropis FINA pada Rabu (19/11) pukul 02.00 Wita. Sistem cuaca ini terbentuk di Laut Arafuru bagian selatan, tepatnya di wilayah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.
Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Sri Nenot’ek, menjelaskan pusat sirkulasi siklon berada pada koordinat 9.7°LS-131.6°BT, atau sekitar 900 kilometer di sebelah timur Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Siklon mencatat kecepatan angin maksimum sekitar 40 knot atau 75 kilometer per jam dengan tekanan minimum 993 hPa.
“Siklon Tropis FINA masih berada dalam area monitoring TCWC Jakarta dan intensitasnya diperkirakan akan meningkat dalam 24 jam ke depan hingga mencapai kategori 2,” ujar Sri Nenot’ek.
Menurutnya, dalam 24 jam pertama, Siklon FINA diprediksi bergerak ke timur hingga timur laut, arah yang membuatnya semakin menjauh dari wilayah Nusa Tenggara Timur.
Posisi siklon yang jauh membuat NTT tidak berada pada zona dampak langsung, sehingga risiko gangguan cuaca ekstrem di daratan relatif kecil.
Meski demikian, pengaruh tidak langsung masih mungkin terjadi di sejumlah wilayah NTT, terutama berupa hujan ringan hingga sedang yang dapat disertai petir, angin kencang berdurasi singkat, dan peningkatan tinggi gelombang di beberapa perairan NTT
“Wilayah yang terdampak langsung berada pada radius 150-200 kilometer dari pusat siklon. NTT berada jauh di luar radius tersebut, sehingga dampak yang dirasakan hanya bersifat tidak langsung dan relatif ringan,” jelas Sri Nenot’ek.
Dia juga meminta masyarakat tidak panik dan tetap mengandalkan informasi resmi. Menurut Sri Nenot’ek, informasi cuaca yang bersumber dari kanal tidak resmi berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG dan menghindari penyebaran berita hoaks. Keselamatan dapat dijaga dengan mengikuti arahan petugas di lapangan,” ujarnya.
Selain itu, nelayan, pengguna transportasi laut, dan warga di wilayah pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem di wilayah NTT. (PO/E-4)
BMKG) melalui akun Instagram, Senin (9/2), mengeluarkan peringatan wilayah Jabodetabek masih akan terus diguyur hujan lebat hingga sangat lebat dalam beberapa hari
BMKG mencatat adanya pengaruh siklon tropis, bibit siklon tropis, serta sirkulasi siklonik yang memengaruhi dinamika atmosfer di kawasan Indonesia dan sekitarnya.
Selain pengaruh siklon tropis, kondisi cuaca ekstrem juga dipicu oleh menguatnya Monsun Asia serta aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby dan Kelvin.
BMKG mengungkapkan bahwa kemunculan tiga bibit siklon tropis, masing-masing bernomor 94W, 92S, dan 98P, memicu belokan serta perlambatan angin yang membentuk daerah konvergensi.
Peringatan ini menegaskan pentingnya mitigasi bencana sejak awal, terutama melalui kebijakan tata guna lahan yang berbasis sains dan bukti ilmiah.
Pola hujan pada awal tahun 2026 di Pulau Jawa menunjukkan karakter yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca berawan hingga hujan intensitas ringan mendominasi sejumlah wilayah Indonesia
BMKG memperkirakan cuaca berawan sampai hujan intensitas ringan akan mendominasi sejumlah wilayah Indonesia pada 20 November 2025
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved