Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SUKSES penyelamatan Bilqis, 4, korban penculikan anak asal Makassar, memberi harapan bagi pasangan Firda-Azwani, warga Dusun (Desa) Danau, Kecamatan Pelepat Ilir, Kabupaten Bungo, Jambi. Tiga tahun lalu, pasangan itu kehilangan anak balita bernama M Kenzie Alfarezi.
Kasus Kenzie yang dilaporkan hilang 1 September 2022, menjadi atensi Kapolda Jambi Inspektur Jenderal Krisno H Siregar. Bersama jajaran Polres Bungo yang dikomandoi Ajun Komisaris Besar Natalena Eko Cahyono, berikhtiar untuk mencari keberadaan Kenzie.
“Polda Jambi serius menindaklanjuti pencarian Kenzie,” ujar Krisno, mohon juga bantuan teman-teman media ya,” ungkap Krisno, Senin (17/11).
Keseriusan serupa juga dikemukakan Kapolres Bungo Natalena Eko Cahyono. Untuk mengungkap kehilangan Kenzie yang diduga kuat juga kerban penculikan, Natalena mengatakan pihaknya telah membentuk tim khusus yang melibatkan satuan kerja berkompeten di jajaran Polda Jambi.
"Kami buka kembali. Kami telah membentuk tim khusus atau tim gabungan untuk pengembangan penyelidikan untuk menemukan korban. Kita sudah bergerak,” ujar Natalena.
Natalena membenarkan, tim gabungan juga sempat melakukan upaya pencarian ke permukiman SAD di Kabupaten Merangin, tempat Bilqis ditemukan. Pencarian tersebut disemangati derasnya isu viral di media sosial, yang menyebutkan Kenzie ada di tangan anggota kelompok SAD pimpinan Tumenggung Jon, yang bermukim di sela kebun kelapa sawit milik perusahaan di Kecamatan Tabir Selatan, Merangin.
“Setelah ditelusuri secara teliti dan diklarifikasi juga dengan orangtua Kenzie, isu tersebut ternyata tidak benar. Kita akan terus berusaha secara maksimal,” ujar Natalena.
Hal senada juga dikemukakan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jambi Komisaris Besar Jimmy Christian Samma menjawab Media Indonesia, Senin petang.
Jimmy menjelaskan, tim gabungan masih berupaya keras untuk mencari dan menemukan Kenzie yang hilang. Sudah belasan saksi dimintai keterangan. Upaya pencarian tidak hanya di wilayah Jambi, namun juga diperluas ke luar wilayah Jambi. Untuk diketahui, isu raibnya Kenzie beberapa waktu lalu diviralkan ibu kandungnya Firda melalui media sosial.
Tim gabungan mendapatkan kejelasan informasi, Kenzie dilaporkan hilang saat bermain di halaman rumahnya di Dusun Danau, 1 September 2022, saat berusia tiga tahun. Sejak itulah, Firda dan suaminya Azwani melaporkan kejadian kehilangan anaknya itu ke Polres Bungo. Namun tak kunjung ditemukan.
Meski tak mudah, Firda dan keluarga sangat berharap Tim Gabungan yang dibentuk Polda Jambi dan Polres Bungo, bisa menemukan dan mengembalikan buah hatinya Kenzie dalam keadaan sehat walafiat.(SL)
KEGIATAN pembinaan rohani dan mental (Binrohtal) yang diagendakan saban hari Kamis oleh Kepolisian Daerah Jambi jajaran diharapkan bisa memperkuat keimanan dan ketakwaan personel untuk memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat.
'TAK ada manusia yang terlahir sempurna. Syukuri apa yang ada. Hidup adalah anugerah. Tetap jalani hidup ini melakukan yang terbaik.'
INDONESIA adalah anugerah dari Sang Pencipta.
TAUFIK Nurmandia, sang Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi Rabu (12/11) siang, terlihat bersenang hati.
Polres Bungo, Polda Jambi masih mengungkap kasus kematian Erni Yulianti, dosen yang dibunuh Bripda Waldi. Bripda Waldi menggunakan rambut palsu saat berupaya menghilangkan jejak
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved