Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Komunitas Sepeda Tua Indonesia Bertemu di Kota Tegal, Pesertanya dari Luar Negeri

Supardji Rasban
16/11/2025 20:55
Komunitas Sepeda Tua Indonesia Bertemu di Kota Tegal, Pesertanya dari Luar Negeri
Komunitas KOSTI bersiap menaiki dan mengayuh sepeda tua/onthel.( MI/ Supardji Rasban)

KOMUNITAS Sepeda Tua Indonesia Indonesia (Kosti) menggelar pertemuan di Kota Tegal, Jawa Tengah (Jateng). Pertemuan dengan tema "Temu Jakwir Onthelis Nusantara (Tejon) Seri 3" ini digelar di Gerbang Balai Kota Tegal, Minggu (16/11/2025),

Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatur Muthmainnah, menyampaikan apresiasi kepada Kosti atas penyelenggaraan kegiatan yang dihadiri onthelis dari berbagai daerah di Indonesia serta peserta dari luar negeri. 

Onthelis merupakan akronim dari para pengayuh sepeda onthel. Yakni sepeda tua yang lazim dinaiki dengan menggenjot/mengayuh pedal.

“Acara ini bukan hanya pertemuan komunitas sepeda tua, tetapi juga upaya memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya Kota Tegal kepada masyarakat luas," ujar Tazkiyyatul.

Tazkiyyatul menyebutkan bahwa sepeda tua memiliki nilai historis yang tinggi. 

“Sepeda tua adalah simbol perjalanan, kesederhanaan, dan kegembiraan. Melestarikannya berarti menjaga bagian dari sejarah bangsa,” terang Tazkiyaatul.

Tazkiyyatul menuturkan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal akan terus mendukung kegiatan kreatif dan budaya yang dapat mengangkat potensi daerah. 

“Kami berkomitmen menjadikan Tegal sebagai kota yang ramah komunitas, ramah sepeda, dan kaya heritage,” jelasnya.

Ketua KOSTI Kota Tegal, Sutari, mengemukakan bahwa untuk menarik perhatian peserta Tejon seri 3, panitia membangun sebuah menara bambu unik. Selain itu, panitia juga menggelar lomba video pendek bekerja sama dengan Suara Merdeka Network (SMN) Pantura.

“Terima kasih kepada panitia, Pemkot Tegal dan juga SMN Pantura sebagai media partner yang ikut memberikan semangat gotong royong dengan hobi kita terhadap sepeda klasik yang penuh nilai sejarah,” ujar Sutari. (H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya