Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Insiden Ledakan SMAN 72 Jakarta, Perlu Diciptakan Belajar Menyenangkan di Lingkungan Sekolah

Supardji Rasban
12/11/2025 10:34
Insiden Ledakan SMAN 72 Jakarta, Perlu Diciptakan Belajar Menyenangkan di Lingkungan Sekolah
Kepala Disdikbud Provinsi Jawa Tengah Sadimin (baju merah) dan Rektor Univeritas Harkat Negeri (UHN), Sudirman Said (baju batik berkacamata).(MI/Suparji)

LEDAKAN di masjid sekolah SMA Negeri 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang terjadi pada 7 November 2025, masih menjadi sorotan banyak pihak. Insiden tersebut sangat memprihatinkan. Terlebih bagi  kalangan pendidik. Perlu diciptakan suasana belajar menyenangkan di lingkungan sekolah.

Hal itu disampaikan Kepala Disdikbud Provinsi Jawa Tengah Sadimin, usai menghadiri seminar bertema 'Menciptakan Lingkungan Belajar Menyenangkan' di Aula Kampus Mataram Universitas Harkat Negeri (UHN) Tegal, Selasa (11/11).

Seminar juga menghadirkan narasumber, yaitu Rektor UHN Sudirman Said, Wakil Wali Kota Tegal Tazkiyyatul Muthmainnah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI Indri Astuti, dan Psikolog RSUD Kardinah Anna Dani.

Sadimin, mengatakan, kalau sebelumnya ada slogan sekolah ramah lingkungan, sekarang sudah harus diciptakan belajar menyenangkan di lingkungan sekolah.

“Dengan lingkungan belajar yang menyenangkan, akan bisa membuat atau mengurangi para siswa yang berperilaku negatif. Mereka selalu dalam suasana yang menyenangkan, dan cenderung berbuat hal-hal yang positif,” ujar Sadimin.

Menurut Sadimin, pihaknya akan menginstruksikan seluruh jajaran pendidikan yang ada di Jawa Tengah, untuk menciptakan sekosistem yang menyenangkan, menggembirakan baagi anak didik,” jelasnya.

Rektor UHM, Sudirman Said, berpandanagan pembangunan pendidikan dalam situasi apapun sangat penting untuk kemajuan suatu bangsa. 

"Bila kita fokus kepada pembangunan pendidikan dalam situasi apapun, maka insya Allah bangsa ini akan maju," ujar Sudirman Said.

Sudirman Said mencontohkan tokoh Kaisar Jepang, Hirohito. Ketika kalah perang dari sekutu, Jepang dibom dan ambruk semuanya, tidak hanya di wilayah Hiroshima dan Nagasaki, tetapi hampir semua.

Rapat pertama yang dipimpin oleh Kaisar Hirohito yang ditanyakan adalah berapa guru yang masih hidup.

"Perintah pertama dari kaisar adalah bangun sekolah guru, perbanyak jumlah guru dan bangun Jepang dengan pendidikan. Dan Jepang terbukti dengan waktu yang tidak terlalu lama, bahkan ekonomi industrinya mengalahkan Amerika," jelasnya. 

Sementara, Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah, menilai kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam mendorong pembelajaran mendalam yang berkarakter dan bermakna serta berkeadilan.

Pendidikan adalah tanggungjawab bersama sebagaimana telah diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Pemerintah pusat, provinsi dan daerah harus saling berkolaborasi dalam merancang dan melaksanakan program evaluasi kebijakan pendidikan secara terintegrasi. 

“Tentu saja sinergi ini bertujuan untuk mewujudkan layanan pendidikan yang merata dan berkadilan bagi seluruh anak bangsa tanpa terkecuali. Pemerintah Kota Tegal berkomitmen memajukan pendidikan melalui program-program yang berorientasi pada pembelajaran bermakna dan berkarakter,” jelas Tazkiyyatul.

Diketahui, Kepolisian akhirnya menetapkan tersangka dalam kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta yang terjadi di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11) lalu. Tersangka merupakan seorang siswa aktif di sekolah tersebut yang juga menjadi korban luka dalam peristiwa itu. Karena masih berusia di bawah umur, statusnya dikategorikan sebagai anak yang berkonflik dengan hukum. (JI/E-4) 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik