Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
PERTUMBUHAN ekonomi Sumatra Utara pada 2025 diperkirakan melemah dan berpotensi berada di bawah 5%. Pelemahan ini mencerminkan tekanan serius dari sisi konsumsi rumah tangga dan perlambatan di sejumlah sektor usaha utama.
"Kinerja ekonomi Sumut turun ke level 4,55% year-on-year (yoy) pada kuartal ketiga 2025, melambat dibandingkan periode sebelumnya," ungkap Gunawan Benjamin, Ekonom Universitas Islam Sumatera Utara, Minggu (9/1).
Pada periode yang sama, paparnya, konsumsi masyarakat juga terkontraksi 0,26% secara kuartalan (qoq). Hal itu menunjukkan daya beli yang tergerus oleh inflasi dan efisiensi belanja pemerintah.
Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi hingga kuartal ketiga 2025 tercatat sebesar 5,63%. Namun, dengan tren perlambatan yang terjadi, realisasi hingga akhir tahun akan sulit menembus 5%.
Ekonomi Sumut pada 2024 mencatatkan pertumbuhan 5,03%, dan kemungkinan besar capaian tahun 2025 akan lebih rendah. Kondisi ini memperkuat sinyal moderasi kinerja sektor usaha tanpa adanya lonjakan investasi baru yang signifikan.
Jika tren perlambatan berlanjut, pertumbuhan ekonomi Sumut di akhir 2025 diperkirakan hanya bertahan di kisaran 4,5%–4,9%. Melemahnya belanja pemerintah, tekanan inflasi yang terus menekan daya beli masyarakat, dan kinerja industri yang stagnan menjadi faktor utama yang membatasi ruang pertumbuhan ekonomi Sumut.
Tekanan terbesar datang dari sektor industri pengolahan, khususnya kelapa sawit yang selama ini menjadi kontributor utama ekonomi daerah. Produksi minyak sawit mentah (CPO) pada kuartal keempat diperkirakannya turun 5%-7% dibanding kuartal sebelumnya.
Penurunan tersebut mencerminkan lemahnya aktivitas produksi akibat menurunnya permintaan global serta faktor cuaca yang menghambat produktivitas perkebunan. Sementara itu, sektor perdagangan besar dan eceran, transportasi, pergudangan serta jasa akomodasi dan makanan-minuman masih akan mampu tumbuh positif.
Peningkatan konsumsi masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru diharapkan menjadi faktor penopang ekonomi Sumut di penghujung tahun. Belanja konstruksi juga berpotensi meningkat seiring pencairan anggaran pemerintah pada triwulan terakhir 2025.
Namun dia memperingatkan bahwa pertumbuhan kuartal keempat secara tahunan (yoy) berpotensi negatif jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. (YP/E-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved