Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Sebagai ucapan terimakasih atas apresiasi dan dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) terhadap pelaksanaan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Legok Nangka, Ketua Umum Kadin Jabar Almer Faiq Rusydi bersama President Director PT Summit Niaga, Kenji Ishikawa, serta jajaran Sumitomo Corporation dan Kadin Jawa Barat melakukan audiensi dengan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi di Gedung Sate.
Proyek PLTSa Legok Nangka merupakan langkah penting dalam mendukung transisi energi bersih dan pengelolaan sampah berkelanjutan di Jabar. Dukungan penuh dari pemprov menjadi faktor kunci dalam kelancaran pelaksanaan proyek strategis ini.
"Kadin Jabar akan selalu menjadi jembatan sinergi antara pelaku usaha dan pemerintah daerah. Proyek seperti PLTSa Legok Nangka adalah wujud nyata kolaborasi menuju ekonomi hijau dan berkelanjutan,” ucap Almer Sabtu (8/11).
Menurut Almer, audiensi ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan baik antara Sumitomo Corporation dan PemprovJabar, sekaligus membuka peluang kerja sama baru di bidang energi, investasi dan pengembangan industri berwawasan lingkungan.
Kadin Jabar tentu berkomitmen untuk memperkuat peran dunia usaha dalam mendukung arah pembangunan ekonomi Jabar yang sejalan dengan visi dan kebijakan Gubernur Dedi Mulyadi.
"Dalam periode kepemimpinan saya, Kadin Jabar berfokus pada penguatan iklim investasi, pemberdayaan pelaku usaha daerah serta peningkatan sinergi antara pemerintah, dunia industri dan UMKM. Program kerja Kadin Jabar diarahkan agar mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah melalui inovasi, digitalisasi, dan kolaborasi lintas sektor," paparnya.
Almer menegaskan bahwa langkah strategis Kadin Jabar akan selalu sejalan dengan target Pemprov Jabar, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan peningkatan realisasi investasi daerah. Kadin Jabar hadir bukan hanya sebagai mitra strategis pemerintah, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi yang berpihak pada kemajuan pelaku usaha lokal.
"Kita ingin memastikan bahwa setiap kebijakan dan program pembangunan yang dicanangkan pemprov dapat diimplementasikan secara nyata di lapangan,” tandasnya.
Almer melanjutkan untuk diketahui Kadin Jabar telah sukses menyelenggarakan Musyawarah Provinsi (Muprov) ke-VIII pada 24 September 2025 lalu, di Kota Bogor. Agenda lima tahunan ini menjadi tonggak penting bagi Kadin Jabar dalam melakukan konsolidasi organisasi, memperkuat sinergi antar pelaku usaha serta merumuskan arah strategis pembangunan ekonomi daerah ke depan.
Dalam Mumprov ke-VII ini dihadir Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Ketahanan Pangan Kadin Indonesia H. Mulyadi Jayabaya. Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Taufan E. N Rotorasiko beserta jajaran pengurus Kadin Indonesia, serta Anggota DPR RI Komisi 4 sekaligus Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia, Arief Rachman. Kehadiran para tokoh tersebut menegaskan komitmen bersama antara dunia usaha dan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Jabar. (E-2)
Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengantongi izin dari Kementerian ESDM untuk memulai proyek pembangunan Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka
Gubernur Dedi Mulyadi memang telah menetapkan besaran UMSK 2026. Namun, kebijakan tersebut hanya berlaku untuk 12 daerah di antaranya Kota dan Kabupaten
Oxbow Bojongsoang yang awalnya tertutup sampah, kini sudah bersih dan air sungai dapat mengalir dengan baik.
Dana tersebut, menurut Pemprov Jabar, bukan berasal dari kas daerah, melainkan berasal dari empat Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Kebijakan 'Rereongan Sapoe Sarebu' yang diinisiasi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebagai langkah yang tidak etis dan berpotensi membebani masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved